museum prasasti

amenity of forgiveness

Di sela-sela bikin kuesioner tentang “Pemaafan pada Pasangan yang Berselingkuh”, gw jadi tergoda untuk menulis pemaafan…suatu topik yang khas positive psychology dan pernah ingin gw jadikan tema skripsi. MAAF bukan cuma monopoli orang yg beragama tapi untuk semua orang yang mau membebaskan beban psikis dan memperoleh kejernihan pikiran & sudah banyak penelitian ilmiah maupun terapi yg memanfaatkan MAAF untuk membantu orang mengatasi luka & kemarahan mereka
Kita tidak akan pernah bisa bergerak maju sepenuhnya ketika kita belum 100% memaafkan. Forgiveness bukan cuma memaafkan, tapi juga sekaligus TIDAK MENGINGAT semua kesalahan yang telah terjadi. MAAF bukan cuma untuk kesalahan kecil, tapi MAAF untuk kesalahan fatal sekalipun. MAAF bukan cuma untuk orang yg begitu kau cintai, tapi untuk orang yg paling membencimu.
Gw sendiri pernah tanpa ampun tidak memaafkan, gw sempat trauma & ketakutan yg begitu hebat. Berhari-hari gw cemas & kehilangan konsentrasi. Sering gw bertanya mengapa orang-orang ini muncul dlm hidup gw? Rasanya ingin membalas orang yg memaki & menghina gw. Belum lagi seorang teman yg berbohong besar..membuat gw sangat terluka.
Gw inget bagaimana gw berjuang melawan ego gw sendiri untuk memaafkan. Gw gak mau punya kepahitan, gw pengen punya hidup damai tanpa ada rasa dendam. Thanks Lord, I have my mam, yg membantu gw mengatasi semua rasa sakit itu. Hal terbaik yg terjadi adalah gw juga bisa memaafkan diri gw sendiri atas apa yang telah terjadi…
CINTA adalah sari dari rasa hormat, kerinduan, kesabaran, dan PEMAAFAN – Gibran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s