aku dan motor

Beberapa hari ini, Jakarta sedang menunjukkan cuacanya yang ekstrim: panas di pagi hari, hujan tiada henti di sore hari. Pernah terpikir beberapa kali untuk bercita-cita punya mobil, jadi kalau hujan deras tiba, aku akan tetap nyaman di dalam mobil

Namun pengalaman beberapa minggu terakhir ini, membuatku sadar dengan kemampuanku sendiri yang tidak sanggup untuk memiliki mobil. Bukan cuma karena cicilan per bulannya, tapi juga kemampuan motorikku sendiri. Begini ceritanya, di sekolah baruku, semua yang bawa motor jauh-jauh lebih memiliki kemampuan memarkir motor dibanding aku. Jadilah aku sadar, aku masih payah untuk urusan perparkiran. Untungnya dari pemilik motor apalagi perempuan, selalu ada mas-mas, pria-pria, bapak-bapak, yang bersedia memindahkan motorku sehingga aku bisa keluar dari parkiran dengan lancar/

Nah mari bayangkan apa jadinya kalau aku punya mobil, tukang parkir akan melirik campur mendelik memandangiku yang tidak bisa keluar dari parkiran, belum lagi resiko menggores mobil orang.

Singkat kata singkat cerita, aku makin menikmati saja naik motor di jalanan jakarta. Bisa nyalip sana nyalip sini, begitu parkir ga usah pusing. Cukup pasang wajah melas, semua datang membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s