aku dan pria (lanjut)

Berbicara tentang pria ataupun hubungan lawan jenis memang tidak akan ada habisnya. Kali ini yang ingin kutuangkan adalah kebiasaanku yg memilih berteman daripada memasuki sebuah jenjang yg lebih serius (gw seneng dgn hubungan ga jelas gitu loh).


Aku senang berteman dengan pria dan mengenal pribadi mereka secara utuh. Aku tidak tertarik untuk membina hubungan ke arah pacaran ataupun pernikahan. Bagiku itu semua hanya bonus. 

Aku menikmati setiap pria yg lalu lalang di hidupku sebagai individu yg indah untuk diamati, karena dengan berteman, pria-pria itu muncul dengan karakter apa adanya, tanpa polesan, tanpa persiapan seperti ketika mereka sedang siap berkencan dengan perempuan-perempuan lain.

Ketika aku ingin mengenal pria, aku dengan cermat mengamati selera pakaiannya, cara ia menulis sms, bagaimana ia menatapku, dan gaya bertengkarnya denganku. Itu sebabnya aku enggan untuk berinteraksi dengan pria dari dunia maya karena bagiku berinteraksi langsung adalah komunikasi yang paling lengkap. 

Salah seorang pria yang saat ini sosoknya sedang sibuk bergentayangan di otakku tidak pernah menyentuhku secuil kulitpun, tapi momen kami berbincang di berbagai kesempatan, sudah cukup untuk mendapat gambaran umum tentang dirinya. Tentu untuk mengenal sesosok manusia tidak akan ada habisnya tapi dengan mengenalnya sebagai sahabat, aku tahu hubungan kami tidak bisa lebih dari itu. Dengan berbagai perbedaan pandangan hidup, jelas aku berpikir seribu kali untuk mau hidup seatap dengannya.

Bersangkutan dengan hal ini, itu sebabnya aku enggan untuk dikenalkan dengan seorang pria ataupun berbagai rupa perjodohan baik di dunia maya maupun nyata. Sebab, aku tidak bisa tahu seperti apa tingkah lakunya sehari-hari. Kalaupun aku bertemu dengannya beberapa kali, apa yg kulihat bisa jadi bukan sosok aslinya. Aku lebih menikmati pertemuan biasa, menjadi pertemanan biasa, menjadi pertemanan romantis tidak jelas arahnya kemana, lalu setelah tahu semua belangnya kami kembali menjadi teman biasa. Indah, manis, sederhana, sedikit pahit, tapi sesuai dengan yg kubutuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s