pemilihkah aku?

Pagi ini seorang teman bertanya apakah aku perfeksionis dalam memilih pria pasangan hidup? Dengan menghela napas sejenak, aku menyatakan tidak, tapi aku jadi berhenti sebentar, apakah di mata orang-orang sekitar, aku termasuk mahluk pemilih?

 

Sebenarnya setiap kali ditanya kriteria pasangan hidup, aku selalu kebingungan sendiri karena setiap kali aku menyusun impian aku tidak pernah mengangankan pernikahan. Aku sangat senang merancang pesta pernikahan orang lain sampai ke detail rumitnya; dari fotografi sampai bunga, dari akad sampai resepsi, dari pakaian sampai makanan, tapi begitu aku harus memikirkan angan ttg pernikahanku sendiri, aku tidak punya bayangan jelas. 

 

Nah kembali ke soal pasangan hidup, aku lebih bingung, sering aku hanya menjawab klise: siapa aja yg berani lah! Tidak dipungkiri aku lebih tertarik dengan pria yg jauh lebih dewasa untuk membangun hubungan yg serius. Perkara usia sudah cukup bikin pusing kepala orang-orang disekitarku karena berapa banyak pria yg bisa kupilih jika aku punya satu kriteria konyol ini? Mungkin sangat sedikit, tapi mengapa harus berhenti berharap kalau memang itu yg kubutuhkan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s