Catatan #PinggirPasar : rumah

Tulisan di bawah ini adalah tulisan saya 8 Okt 2009 :

Ketika seorang teman mengijinkan aku untuk membaca agendanya tentang pengalaman terapi di Layurveda dan rumah impiannya, aku jadi terinspirasi untuk memikirkan apa yang kumau dari sebuah rumah. Atas nama kepraktisan karena vivi males bersih bersih, maka rumah itu tidak akan dua lantai. Aku suka kebun yang besar dengan pohon kamboja. Aku suka teras yang lapang yang akandigunakan sekaligus sebagai ruang tamu. Masuk ke dalam, tiada lagi ruang tamu, hanya tumpukan bantal buat tidur-tiduran sambil nonton TV dan meja makan panjang. Cukup dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Beres sudah. Akan mungil tapi setidaknya bisa kuurus sendiri.

Sejak saya pindah ke Depok ide saya tentang rumah impian sudah saya hantamkan ke tembok. Saya ingat ketika saya naik motor perjalanan pulang dari sekolah saya di Jagakarsa malam-malam karena menyelesaikan laporan akademik murid. Hujan deras turun dan saya harus berteduh karena angin terlalu kencang. Saya marah ketika itu mengapa saya memutuskan pindah ke Depok *tenang aja jiwa saya ini sudah cukup sering saya siksa dengan penyesalan-penyesalan saya* #tsah. Esok paginya saya berhenti meratapi. Saya pun berhenti bermimpi.

Enam tahun berlalu dari tulisan saya di atas dan sudah 3.5 tahun saya tinggal di Depok. Ini tempat saya berteduh sudah hampir 1,5 tahun terakhir. Ruko milik orang yang lebih mirip lapak buat saya. Penuh perjuangan untuk membayar tempat ini. Mengapa ? Yakin mau nanya kenapa ? Yakin ga merasa sesak dengan cerita saya yang super hiperbola itu ? Ini foto-foto tempat saya bernaung bersama anjing dan kucing-kucing. Saya memasang kain batik cap yang tidak bisa dijadikan bahan apapun kecuali penutup sekat, memasang tombak Papua milik alm bapak saya dari tahun 70an, dan lampu kristal dari adik alm bapak saya yang perlu direstorasi karena beberapa kawat sudah karatan jadi harus dirangkai ulang begitu saya memiliki waktu cukup. (ehehehe gini-gini saya bisa membuat aksesoris sendiri jadi soal menata ulang lampu kristal buat saya sih cetek #jumawa).

Saya ingin melanjutkan cerita soal lingkungan lapak ini yang merupakan bagian dari Catatan #PinggirPasar. Cerita soal tetangga-tetangga saya yang kisahnya mungkin tidak akan pernah tercatatkan tapi dari merekalah saya memperoleh energi untuk terus tekun dan tak lupa menertawakan hidup

Keterangan Foto :
Mat Kodak : Ramot.
Lipstik kombinasi Wardah Long Lasting Lipstick #8 yang patah dalam kurun waktu 1 bulan dan NYX Matte Lipstick #5 Indie Flick.
Eye shadow : Lancome Color Design Ombre Mono Effects Sensationnels dengan warna Daylight, Optic, New Black, dan Spontaneous (eye shadow ini nempel di mata untuk New Black dan Spontaneous. Kalau Daylight dan Optic perlu diaplikasi berulang).
Blush On : Make Over #3 Promiscious Peach


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s