Kisah Guru : Mana yang lebih berat?

Sore ini selepas mengantar muridku pulang, aku berdiskusi dengan rekan-rekan guru perihal satu murid dengan Opposite Deviant Disorder. Suatu kondisi yang memang ada sejak lahir dan semakin berkembang seiring bertambah usia (masa remaja) yang membuat guru-gurunya bingung bagaimana harus mengatasi anak ini.

Intinya kasus seperti ini terjadi karena takut untuk membangun komitmen dengan manusia lain sehingga dia akan berkata tidak pada semua perintah dan membuat berbagai ulah supaya kita marah yg membuat dia memperoleh reward karena akhirnya prediksi dia bahwa kita akan lari dan meninggalkan dia. Kunci menanganinya bukan dengan marah atau pun membentak, tapi dengan mengasihi dan dengan penuh kerendahan hati mendapatkan kepercayaan dari dia.

Dari smua special needs yang pernah kuhadapi, tentu ini yang menantang. Tapi buatku tidak ada kata mustahil. Tetap berjuang sampai titik darah penghabisan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s