tidak menoleh ke belakang

Ntah mengapa sejak chatting sabtu malam dua minggu yang lalu, semua orang dari masa lalu seperti kembali muncul di kehidupanku..Mungkin karena pada dasarnya mereka tidak begitu saja bisa dihapuskan ataupun diabaikan…


Senin yang lalu aku memutuskan sepakat untuk bertemu dengan teman yg notabene sudah beranak dua. Aku memang selama ini selalu tidak menemukan waktu yg tepat karena kesibukanku ditambah aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi dua anak kecil yang pasti dia bawa (gw kan ga suka anak kecil..ga mgk mau gendong2 apa main2in tuh anak).. Siapakah dia? Ya dia adalah seorang teman yg dikenalkan kepadaku ketika kami bertiga berada di kereta perjalanan pulang dari UI. Aku dan istri dokter ini menjadi akrab karena beberapa kali terlibat dalam pembicaraan serius di perjumpaan kami berikutnya di kereta walaupun aku akhirnya sering bosan mendengar pertanyaan yang sama, “lu kenapa ga ama dia?” atau “jadi bener lu berdua ga ada apa2? 

Beberapa hari lagi kami akan bertemu di sebuah mall di pusat kota, aku memang punya topik penting untuk dibahas(topiknya soal resep buat kue..penting skali bukan?)..tapi sumpah dengan segala cara aku akan menghindar soal pertanyaan relationship..Apalagi soal oknum itu adduhhh..muales banget..

Orang dari masa lalu lainnya yang muncul adalah adik kelas kuliah (yg juga dikenalkan oleh oknum tsb..) Selama ini kami hanya membicarakan seputar karier karena kami sama-sama berkecimpung di dunia sekolah, tapi ntah mengapa dia muncul dengan pesan chat yg mengejutkan: setelah g baca email2 lu yg lama2 (o no..lu masi simpen email g yg berdarah2 bin mewek mewek itu?) g jadi merasa kayak mengalami apa yg terjadi ama elu dan &*@#….masa lalu lagi..dengan oknum yang berbeda tentu saja

Dia pun sempat2nya bertanya kepadaku: OK, tuh cowo &*@# emang gila tapi gimana kalau ama yang ____? Udah ama dia aja keq?

Weits enak aja….buatku yang dulu telah berlalu..Siapapun yang pernah akrab denganku di masa lalu, bukan untuk dilanjutkan di masa sekarang atau masa yang akan datang.. Bukannya karena aku sombong atau pilih-pilih.. Aku yakin mereka orang yang baik, tapi bukan berarti tepat untukku. Masa-masa akrabku dengan mereka telah membuat mataku terbuka bahwa kami masing-masing berbeda dalam masalah gaya hidup maupun pola pikir..Aku akan mendukung dengan siapapun mereka akan menikah..tapi aku sendiri tidak akan punya sedikit perasaan menyesal mereka akhirnya pergi dari hidupku… Aku yakin fungsi mereka dalam hidupku supaya aku mengenal berbagai karakter pria sehingga aku bisa mengenal tentang aku sendiri..apa yang kubutuhkan dan kuinginkan dari seorang mahluk hidup yang namanya pria 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s