Celana..Yuk ke Lea Jeans Fair Yuk

Hore Lea Jeans Fair Datang lagi. Celana tahun 2009 sudah beneran robek robek ga karuan. Aseekk. Mulainya hari ini sampai dua minggu sik memang. Cuma kan datang di hari-hari pertama untuk mendapatkan pilihan yang ciamik kan penting banget ya. Ada yang mau nemenin ?

Lea Jeans Fair 2015
ada yang mau nemenin ?

Bicara tentang celana favorit menimbulkan keceriaan tersendiri untukku. Sebagai tukang ojek sejati, rok-rokku sejak tahun lalu nyaris tidak terpakai. Aku menjadi penikmat setia celana panjang yang bisa tahan banting untuk naik motor. Satu hal dari pemilihan celana adalah potongan. Aku pernah membeli celana yg menurutku cukup mahal (90ribu) di Mangga Dua, sayangnya celana itu benar-benar membuatku terlihat jelek karena model yang melebar.

Aku jujur tidak suka mengenakan celana jeans panjang. Rasanya gerah..paha ga bisa napas. Jadi memiliki satu jeans biru tua nan belel, Buatku sudah cukup. Dulu ada celana cream (LEA) dibeli ketika tubuhku naik cukup banyak sehingga bernomer 33 tapi sudah kukeluarkan dari lemari. Celana biru (LEA)-setiap kali beli jeans, aku selalu memilih warna biru tua, tidak hitam apalagi warna pudar- bernomer 32 sudah jadi belel karena sering dipakai.Hehehe. Pelayan LEA cukup kaget ketika aku menyebut angka 30an. Dia menduga, paling besar, ukuran celanaku 30. Wah salah mbak, pinggang sih kecil, pantat menohok! Celana cream total kesalahan besar karena aku memilih standar, sedangkan celana biru memuaskan: Biru pekat & boot cut.

Nah sejak aku mengenal Lea Permanent Press waktu kuliah, aku tidak pernah lepas membeli warna yang berbeda & tidak lupa request: boot cut mbak! Perkenalanku pada boot cut ini sebenarnya secara tidak sengaja mengikuti saran pelayan LEA. Permanent pressku waktu itu berwarna coklat tua- boot cut paling matching setiap kali aku kuliah memakai sepatu boot atau pantofel coklat (hehehe..sepanjang kuliah aku selalu pakai sepatu..dari sepatu karet sampai kulit..cukup nyentrik buat teman2 satu genk karena mereka cuma pakai sandal). Nah karena celana permanent cukup menohok dibanding harga celana keluaran ITC Ambasador (di Ambas tahun 2009 masih dapet celana 50ribu), aku rutin tiap tahun ke PRJ sekedar lari ke Gambir Expo & mencari LEA. PRJ tahun 2007 koleksi warna tinggal hitam (yah kalau item udah punya walau bukan LEA), PRJ 2008 ngelantur jadi beli overall LEA dgn harga 50ribu saja, PRJ 2009.. Nah ini dia..

Ketika permanent press tinggal dua warna: abu-abu muda & abu-abu tua, aku rasanya sudah patah hati. Mau dapet permanent press murah aja koq susah! Aku sudah punya warna abu-abu tua yang kubeli tanpa harga diskon di Atrium..tapi aku tidak menyerah..iseng aku memandangi koleksi LEA lainnya..lalu jreng jreng..mataku terpaku pada celana ajaib warna coklat yang dibandrol harga 100ribu saja (LEA Silver Label). Warna coklat, bukan jeans, ada ukuran 31 (loh mengecil vi?), boot cut = Hajar! Jadi lah celana itu kuboyong pulang. Rasanya puass karena celana itu benar-benar tahan banting. Terlihat resmi buat mengajar, tapi tetap terlihat santai ketika aku hanya pergi jalan-jalan. Ah..PRJ 2010 tunggu aku lagi ya!

Diluar LEA, aku punya beberapa celana keluaran ITC Ambasador. Ada yang kubeli dengan harga 50 ribu ada 60ribu. Nyaman dipakai, potongan bagus, tapi ya dibanding ketahanan si LEA, tentu keluaran Ambas ga bisa diajak tanding ya. Mungkin kalau aku bukan pengendara motor, celana ITC sudah cukupp buanget, tapi mengingat aku naik motor, kesana kemari tetap perlu si LEA buat menunjang aktivitas (lebay oh lebay)

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s