Kembali Padamu Suara Hatiku Tersayang

Ah September-Oktober, ah menjelang akhir tahun, seperti deja vu, setiap kali menjelang akhir tahun, setiap kali itu aku belajar tentang hidup sampai di titik terdalam dan mengubah cara pandangku menjadi lebih baik. 5 tahun yang lalu aku belajar tentang menghadapi pria, 4 tahun yang lalu belajar menghadapi tekanan tugas plus keadaan ekonomi sulit, 3 tahun yang lalu aku belajar tentang siapa aku sebenarnya di pekerjaan, 2 tahun yang lalu aku belajar tentang luar dalam dansa, 1 tahun yang lalu aku belajar untuk berani dari zona nyaman pekerjaan, dan sekarang aku belajar lebih dalam tentang mendengarkan suara hati.

Aku tahu suara hatiku begitu kuat untuk menghentikan hubungan-tidak-berujung-membawa-pada-kebingungan yang kualami selama sejak November 2009 sampai September kemarin. Aku tidak tuntas melakukannya karena semata-mata menikmati peranku jadi pahlawan atas hubungan kami berdua. Aku yang selalu memberi saran, aku yang selalu memberi dukungan tanpa sedikitpun aku pernah terlihat lemah. Setelah aku benar-benar berhenti dan aku sedikit menoleh ke belakang. Aku sadar suara hatiku ingin bilang: berhentilah terlibat dalam sebuah hubungan yang cuma bikin kamu merasa kelelahan karena sibuk menyenangkan dan menguatkan pasangan sementara dirimu sendiri remuk. Aku saat ini serius mendengar suara hatiku, untuk tidak mau terus menerus berkorban, nantinya aku harus berani berkata: aku lelah, aku sedang lemah, could u give me your warmest hug for me?

Berikutnya, aku menuruti suara hatiku yang sudah bertalu-talu sejak beberapa hari terakhir ini untuk istirahat. Atas nama kebutuhan hidup, aku merasa sudah mengarah ke gila kerja dengan memberi les tiada henti sampai aku sudah tidak punya waktu utk bersenang-senang di dansa. Akhirnya setelah membulatkan tekad untuk berani mengikuti suara hati, ntah mengapa seluruh alam semesta seperti membantuku untuk mewujudkan itu semua. Minggu aku memutuskan untuk istirahat dan Senin aku mendapatkan solusi. Aku bisa istirahat, pendapatan memang akan berkurang 600 ribu per bulan tapi aku juga jadi menghemat pengeluaran. (sebelumnya aku harus memberikan privat les ke rumah murid, skarang murid yang datang ke rumahku).

Senang rasanya ketika aku bisa melihat diriku secara utuh mengarah ke tujuan yang sama. Tubuh, jiwa dan rohku sama-sama sepakat untuk menjalani hidup yg sama. Tiada lagi perang batin dengan diriku sendiri, tidak ada lagi menangis dalam hati yang seringkali membuatku sesak. Dalam urusan pria, seperti sudah kuSEbut diatas: cukup sudah pria-pria plin plan. Aku mandiri, tapi ijinkan aku juga sesekali bersandar pada pria. Dalam urusan pekerjaan, aku berjiwa bebas, tak suka diatur dalam waktu yg konstan selama bertahun-tahun. Saat ini mungkin aku masih bekerja dari jam 7.30-jam 3.30 setiap Senin-Jumat. Setidaknya setiap 11 minggu, aku punya libur dua minggu, yang membuatku selalu merasa segar dan tidak merasa terlalu punya banyak masalah. Akan ada waktunya jadwalku akan lebih fleksibel lagi. Siapa yang tahu? Ku kan mengikuti kemana suara hatiku kan membawaku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s