ini cinta! ini gila!

Temanku baru saja memenangkan kejuaraan soal definisi cinta di FB. Dia menulis sebagai berikut:

 ‘LoVe is that thing u feel when u behave in the level of extremity; extremely sensitive, extremely emotional, extremely happy :)’
Yg kedua: ‘When I’m in LoVe, I.. -> 1. get more sentimental with things around me; babies, old couples, weddings, romantic comedies.. 2. heap my music player with ballad songs and their corny lyrics.. 3. get loony, happily aware, and don’t care less 😉

Dia bilang hasil kesimpulan itu terjadi ketika dia senang naksir teman sekolahnya.

Lalu temanku yang kedua menulis ini di salah satu chatting kami yang nyaris membuat ia tertidur:
cinta itu menurut gue abadi dan tidak terkikis oleh keadaan

Aku sendiri terhenyak ketika teman-temanku bisa mendefinisikan cinta, sementara aku terlalu enggan untuk mendefinisikan cinta sampai akhirnya seharian ini aku sibuk berbicara dengan diriku sendiri tentang cinta. Dunia berputar, aku bekerja, tapi kepalaku terus mencari arti cinta buatku sendiri.

Diam-diam aku pun bertanya, pernahkah aku mencintai seseorang? Semua orang-orang dari masa lalu itu, cintakah aku? Apakah ketika itu aku cuma jatuh cinta dengan konsep idealku tentang cinta? atau cuma sekedar memburu romantisme dan perhatian semata? Aku pernah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak terlalu mencintai orang lain supaya tidak terluka..supaya tidak perlu menjerit ketika ditinggalkan tapi aku akhirnya memutuskan untuk mencintai dengan penuh.. persetan dengan luka.. persetan dengan perpisahan.. Mencintai dan dicintai adalah sebuah kemewahan hidup (Djenar Maesa Ayu), biarlah kureguk semua kemewahan itu tanpa ada rasa ragu.

Akhirnya buatku, cinta itu adalah sebuah kondisi dimana tubuh, jiwa dan pikiranku terarah penuh untuk orang yang kucintai. Ada masa ketika aku merasa begitu marah ketika aku diabaikan, ada kecewa ketika apa yang kukatakan tidak dilakukan, ada rasa bangga nyaris memuja, ada rindu nyaris mencandu, ada rasa ingin melindunginya dari segala serangan, ada rasa ingin menangis ketika aku terserang dengan kata-katanya, ada rasa ingin sesekali diberi bantuan tanpa harus memohon. Semua yang pahit terlupakan dengan semua hal-hal manis yang terjadi, membuatku selalu kembali kepada orang yang kucintai, selalu hadir untuknya, selalu membuatku berbisik dalam hati: aku mencintaimu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s