I Kissed Dating Goodbye

Rating: ★★★
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Joshua Harris

Buku ini adalah buku yang sebenarnya sudah lama kuketahui dan sering kucuri baca setiap kali pergi ke toko buku Immanuel. Aku akhirnya memutuskan untuk membelinya 28 November 2009 untuk kujadikan koleksi lemari buku yang sebenarnya sudah melewati batas maksimal.

Dari sudut pandangku pribadi, pengajaran Kristen yang tersulit bukan soal kiamat, bukan soal Teologi Kemakmuran, ataupun Kesembuhan Ilahi, tapi soal relationship karena berani mengangkat masalah ini berarti siap untuk menjalani seperti apa yang dikatakan. Aku perlu mengangkat 4 jempol untuk Joshua Harris yang pada usianya 21 tahun (waktu itu) menulis buku yang di kalangan Kristen sendiri cukup kontroversial. Mengapa kontroversial? Karena banyak yang berkoar tentang berpacaran ala Kristen tapi tak sanggup menjalani.. Harris adalah sedikitttt pria yang sanggup menjalani, mengaku dengan jujur bahwa dia tetap punya libido, dan di usia muda berani membagikan ide nya yang ditulis dalam buku.

Di dalam bukunya, Harris memberikan contoh-contoh kisah hidup pemuda ataupun remaja Kristen yang notabene aktif di kegiatan gereja entah itu dalam pelayanan atau sekedar anggota sehingga tidak ada orang sekuler yang perlu merasa tersinggung dengan isi buku ini. Jujur, isi buku ini sebenarnya sudah kudengarkan sejak aku pra-remaja..tapi sepanjang hidup harus ku akui ada masa dimana aku menutup mata nurani dan mengabaikan suara hatiku, melanggarnya lalu aku terluka. Apa yang kulanggar? beromantis ria pada orang yg sebenarnya bukan untukku, melanjutkan hubungan dengan orang yg jelas-jelas cuma menginginkanku secara seksual, dan (ini yg tergila) menggunakan tubuhku secara sadar untuk menjatuhkan pria. Itu sebabnya aku memutuskan utk membeli sekedar pengingat kembali ketika aku berusaha menawar nilai-nilai hidup yang kupegang teguh.

Aku suka dua kisah antara Eric dan Leslie dan Jeff dan Gloria. Dua pasang kekasih ini menggunakan kata CINTA untuk menjelaskan apa yang memotivasi mereka untuk bertindak berlawanan. Eric & Leslie memutuskan untuk tidak menunda menikmati tubuh masing-masing, sedangkan Jeff dan Gloria memutuskan untuk bersabar dan menunggu sehingga sepanjang mereka berpacaran mereka tidak bertukar cairan tubuh sama sekali (no french kissing, no petting or even intercourse..).

Harris menyadari semua pasangan muda Kristen sadar untuk membatasi berpacaran tidak sampai seks sebelum menikah, tapi semua orang yg berpacaran dipastikan gagal untuk bertahan jika waktu dan kondisi mendukung untuk mereka saling bersentuhan dan berdekatan. Bukankah kecanduan selalu dimulai dari dosis kecil? Harris juga menyadari banyak pasangan berpacaran sekedar bertahan mempertahankan keperawanan vagina namun mereka melakukan aktivitas seksual lainnya.

Ini yang menyebabkan Harris menulis buku ini dan menawarkan solusi yang mudah dikatakan sulit dijalankan: bersahabatlah dan jangan berpacaran, sampai kamu yakin dan siap bahwa orang tersebut yang akan kamu nikahi. Jadi berbeda dengan pandangan umum yang mengganggap bahwa berpacaran untuk mengenal seseorang apakah tepat untuk dijadikan pasangan hidup, maka Harris menawarkan untuk bersahabat dengan orang tersebut sehingga bisa melihat orang ini secara utuh, bagaimana orang ini berinteraksi dengan orang lain, bagaimana ia bekerja dan penilaian bersih dari pengaruh romantis yang seringkali membawa orang menolerir sesuatu yg prinsipil.

Intinya Harris ingin bilang, jangan sembarangan mengumbar romantisme dan kata cinta jika orang yang kamu hadapi bukanlah orang yang ingin kamu nikahi.(untunglah g tidak pernah mengucapkan I LOVE U ke smua pria2 itu..). Harris bukan melarang berpacaran, tapi dia ingin mengingatkan, jika kamu mencintai Tuhan yang telah lebih dahulu mencintaimu, jangan mengungkapkan cinta dengan seks sebelum waktunya. Namun bukan berarti Harris meminta orang-orang untuk menghindari berpacaran dan pernikahan itu sendiri.

Harris di usianya yang muda mengakui teman-teman wanitanya terlalu naif melihat pernikahan sebatas gaun pengantin dan tetek bengeknya begitupun ia melihat pernikahan sebatas seks. Itu sebabnya di buku ini, ia pun menyarankan, sambil menunggu orang yang tepat itu hadir, persiapkan diri dengan belajar mengatur keuangan dengan benar & belajar menangani anak anak :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s