Reduce Me to Love

Rating: ★★
Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Joyce Meyer

Buku setebal kurang lebih 190 halaman ini membahas hal yang paling sering dijadikan ide inspirasi lagu: CINTA. Sayang sekali aku membeli buku edisi bahasa Indonesia (maklum gaji jg masih rupiah) yang menerjemahkan LOVE menjadi KASIH bukan CINTA padahal dgn menerjemahkannya menjadi CINTA bisa membuat orang tiga kali berpikir sudahkah ia mengenal, menerapkan, dan memancarkan CINTA + Jangan sembarangan bilang CINTA.

Meyer menyatakan bahwa CINTA seperti faset berlian. ke arah manapun berlian diputar, berlian berkilau dengan cara yang sedikit berbeda. CINTA bisa dilihat & terpancar dari tiap individu jika orang tersebut berkata-kata, bertindak dan berpikir dengan penuh CINTA kepada SIAPAPUN (bukan cuma dgn org yg ingin kita cintai). CINTA bukan cuma modal perasaan karena setiap kali kita mencintai seseorang akan membawa konsekuensi untuk kita mengorbankan waktu, upaya, dan materi. CINTA memerlukan upaya yang mana kadang kita terlalu malas untuk menunjukkan CINTA. jika ingin menjadikan CINTA sebagai kebiasaan maka dimulailah dengan kata-kata. Plus jangan lupa pikiran. Pikiran negatif terhadap seseorang (walaupun tak terkatakan) akan membuat kita bersikap negatif terhadap orang tersebut. Jadi jika kita ingin mencintai orang lain, kita harus membuat keputusan untuk memikirkan hal yang baik dari orang tersebut.

Ya CINTA memang dapat meluluhkan hati yang beku, CINTA dapat menyembuhkan luka hati, dan CINTA dapat memenangkan ketakutan dari hati yang khawatir dan sebelum bisa mencintai orang lain, kita tiap individu perlu mencintai diri secara penuh dan sadar betul bahwa kita dicintai Sang Pencipta .

Secara umum Meyer menuangkan bahwa CINTA berarti kesediaan beradaptasi dan mengatur diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain (tanpa terus menjadi dikuasai orang lain), CINTA menghormati perbedaan yang dimiliki orang lain.

CINTA memberikan pilihan (yang artinya diperlukan kesediaan untuk beradaptasi dan penyesuaian diri), CINTA itu sabar kepada orang lain dan juga kepada diri sendiri. Sabar dengan kelemahan orang lain, sabar dengan kekurangan diri sendiri. CINTA selalu memikirkan untuk jadi berkat buat orang lain, CINTA tidak mencoba untuk tampak benar di setiap perdebatan karena CINTA itu rendah hati.

CINTA menunjukkan rasa hormat. Ketika orang lain melakukan keputusan atau tindakan yang salah, CINTA (rasa hormat) ditunjukkan bukan dengan menghakimi keputusan dan juga dengan tidak bilang, ‘kan sudah kubilang’. CINTA mengampuni dan tidak mengingat kesalahan.

Meyer menyadari sulit menunjukkan CINTA kepada seseorang yang tidak pernah menghargai cinta atau bahkan tidak merespons cinta tapi CINTA yang sesungguhnya tidak akan menyerah bahkan pada kasus yang sulit sekalipun karena CINTA yang paling murni adalah CINTA yang tak bersyarat. Mencintai orang yang kita suka itu mudah, tapi mencintai orang yang pernah melukai kita itu susah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s