Selamat Hari Ibu

aku tidak pernah mengucapkan selamat hari ibu ke ibuku sendiri. Begitupun selamat ulang tahun, ataupun selamat Natal. Kalaupun mengucapkan selamat ulang tahun, mungkin dengan cara implisit dan tidak heboh. Pokoknya dimana ada perayaan, disitulah aku membeku bingung menunjukkan kehangatan. Ok lah tulisan ini bukanlah utk membahas soal itu sebenarnya.

Aku mungkin satu saat nanti menjadi ibu walaupun aku tetap tidak suka anak kecil. Sering ketika aku sedang sendiri aku berjanji pada anakku (yg jelas-jelas belum lahir pun belum dibuat) sendiri seperti ini:

  1. Aku tidak ingin menyindir-nyindir kesalahanmu yang hanya membuatmu gerah
  2. Aku tidak ingin melebih-lebihkan keadaanmu kepada orang lain sehingga kamu tersiksa
  3. Aku tidak ingin membuatmu merasa terjepit ditengah-tengah ketika aku ribut dengan ayahmu
  4. Aku tidak ingin memukulmu atau apapun segala tindakan yg menyakiti tubuhmu, aku pun tidak ingin melihatmu balas memukul orang yang memukulmu
  5. Aku ingin membawamu berpetualang murah meriah ke tempat-tempat tak biasa seperti aku dulu kecil
  6. Aku ingin kamu tahu aku menyayangi (sangat) tapi bukan berarti aku melindungimu dari kenyataan pahit hidup.
  7. Aku tidak ingin membangga-banggakan diriku kepadamu sehingga kamu merasa aku merasa aku terlalu menuntut
  8. Aku ingin mengajarimu dengan menyenangkan, tanpa tekanan, tanpa tuntutan 
  9. Aku ingin kita bekerjasama memanfaatkan kekuatan kita disaat yang diperlukan

Akhirnya aku berpikir 1000x untuk menghadirkanmu di duniaku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s