Bunga Tidur itu tak selalu membuatku berbunga-bunga

Kadang aku penasaran mengapa sejak kecil memiliki kebiasaan diluar anak-anak biasa. ketika SD, anak-anak lain membaca komik, aku membaca Bumi yang Subur (Pearl S Buck), Burung-Burung Manyar (Romo Mangun), dan menonton James Bond. Ketika semua anak sibuk ingin menjadi yang terbaik di matematika, aku sibuk mengamati gambar peta, atlas, dan menikmati sejarah. Ketika SMP, aku sudah memutuskan aku akan masuk Psikologi UI dan ketika SMA aku lebih suka menebak nama-nama gedung-gedung di Soedirman dari jendela sekolahku di Pasar Minggu.

Namun semua kebiasaan itu kuanggap biasa dibanding kebiasaanku yang satu ini: Mengingat mimpi.. Seperti hari ini untuk ketiga kalinya, aku mimpi dicium seseorang & setelah aku sadar aku tidak bisa mengingat wajahnya.. . Aku masih ingat ketika SD aku bermimpi ada puluhan mahluk putih yang beterbangan di langit malam mengejarku, atau ketika aku bermimpi aku melihat seorang ibu yang membunuh korbannya dan menyebarkan tulang belulang korban-korban tersebut di depan rumahnya.

Waktu aku remaja, mimpiku berulang kali menghadapi iblis. Di mimpi-mimpi itu aku seperti menaiki sebuah level. Awalnya aku begitu ketakutan menghadapi iblis-iblis itu. Aku selalu berakhir dengan ketakutan dan nyaris tidak bisa bergerak ketika iblis itu mendekat. Aku masih ingat, mimpiku dengan iblis dimulai dari 1 iblis cebol yang mengintip dari jendela kamar, ketika di mimpi-mimpi berikutnya aku bertemu 1 iblis dan bisa mengatasinya, jumlah iblis itu bertambah, sampai akhirnya aku menghadapi iblis dengan sayap hitam besar dan dengan pedang hitam besar siap melawanku. Mimpi berhadapan dengan iblis yang luar biasa tinggi sekali dan berbadan tegap dan besar itu adalah mimpi favoritku dalam serial ‘mimpi iblis‘. Aku ingat aku begitu ketakutan ketika melihatnya. Aku sudah bisa mengalahkan yang kecil dan yang setinggi tubuhku, tapi yang menjulang tinggi dan dari tubuhnya mengeluarkan asap, sama sekali di luar bayanganku. Namun aku saat itu menganggapnya sebuah peperangan dan aku harus menang. Tepat ketika aku mengangkat pedangku dan siap melawannya, aku bisa melihat di belakangku ada sosok putih yang sama tingginya dengan iblis itu. Dia begitu terang dan mengembangkan sayapnya yang sama lebarnya dengan si iblis. Dia  tidak maju ke depan melawan iblis itu tapi mendukungku di belakang (persis menempel di punggungku) sehingga aku tidak pernah melihat wajahnya. Tanpa perlu aku menusukkan pedangku. pancaran sinar dari pedang yang kuarahkan ke iblis itu membuat dia menguap dan hilang. Sejak dgn iblis besar itu, aku tidak pernah lagi bertemu iblis dalam mimpi-mimpiku.

Kuliah, episode mimpi adalah ular. Rasanya sampai gila berurusan dengan ular-ular itu. Aku menjerit ketakutan. dikejar, dililit, ataupun ular-ular itu sekedar lewat di atas kepalaku atau di jalan ketika aku melangkah, semua sudah kualami. Dengan berbagai ukuran dan warna. dari satu hingga ratusan. Aku pernah sampai bisa merasakan sakitnya kena bisa ular dan nyaris mati di mimpi itu. Sampai saat ini aku masih sesekali melihat ular-ular itu dan buatku itu menjadi pertanda ada kecemasan yang kualami.

Sejak aku kerja, aku memperhatikan aku sering mimpi melihat sungai, banjir, laut, entah itu pasang, dalam atau dangkal. Ntah aku hanya menatap dari jauh, atau aku terjun di dalamnya. Lagi-lagi aku melihat mimpi ini sebagai pertanda kecemasan yang kualami..

Selain pertanda, bunga tidurku sering menjadi kompensasiku yang tidak bisa menangis di dunia realita. Yah aku memang begitu menjaga gengsi untuk menangis apalagi di hadapan manusia lain. Jadi seringkali aku bermimpi aku menangis tersedu dalam mimpi. Lumayan lah. meluapkan emosi tanpa perlu orang bertanya mengapa mataku sembap.

Dari semua mimpi, ada beberapa mimpi yang kulihat seperti cuplikan film yang akan terjadi padaku. Jadi aku sudah terbiasa menghadapi sebuah kejadian dalam hidup lalu dalam hati bilang pada diriku sendiri, loh ini kan yang waktu itu di mimpiku?

PS: foto2 disini kuambil dari google mencari yg paling mirip dgn mimpiku karena aku tidak bisa menggambar..Aku tidak tertarik memasang gambar ular karena tidak ingin terbawa mimpi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s