Daycare Impian

Beberapa hari yang lalu, seorang teman kuliah yang telah menikah dengan dua orang anak curhat kepadaku perihal kerepotannya mengurus anak sementara ia mengurusi asuransi dan kost-kostan. Dia khawatir di usia emas kedua anak-anaknya, tidak ada stimulus yang cukup untuk merangsang otak, sebab saat ini hanya dititipkan kepada kakek nenek yang hanya memberikan tontonan sinetron dan acara gosip di pagi hari.

Dia sendiri mengakui kehabisan ide untuk memberikan aktivitas mendidik selama dia di rumah bersama anak-anak..sehingga dia mulai mencari daycare. Pembicaraan kami pun beralih ke soal daycare impian. Sekalipun aku sendiri tidak terlalu suka dengan anak kecil, aku pun tidak rela jika melihat bayi atau anak kecil yang diasuh baby sitter atau pembantu karena buatku itu sama sekali tidak maksimal. Di satu sisi, bayi adalah mahluk yang paling kuhindari tapi ketika urusannya dengan pendidikan, aku selalu ingin melakukan yang terbaik utk tiap individu yang ada di dunia ini.

ngubrul ngubrul bayi

Akan sangat menarik ketika bisa berdiri sebuah tempat untuk anak-anak itu berlindung selama orang tua mereka bekerja. Bukan cuma untuk bermain dan belajar, aku bercita-cita tempat itu mengajarkan mereka untuk bersosialisasi dan mandiri. Tempat itu akan terdiri dari berbagai zona. Ada zona bayi, balita, dan anak-anak. Jam shelter itu akan terbuka dari jam 7 sampai jam 5 sore dengan syarat orang tua harus menyediakan susu ataupun snack masing-masing. Ada ruangan di dalam untuk aktivitas seperti brain gym ataupun bermain di kala hujan dan juga ada taman di luar agar anak-anak bisa mengembangkan motorik kasarnya dengan bermain basket atau sekedar berlari-lari main benteng.

bobok grak

Ada ruangan untuk makan, masak, dan tidur bersama. Aku membayangkan daycare juga utk usia anak-anak sekolah karena mengimpikan anak-anak untuk bisa tidur dan bersantai dahulu sebelum mereka mengerjakan PR bersama didampingi tutor. Kupikir nantinya anak-anak itu pun bisa saling mendukung menjelaskan materi yang dianggap sulit. Dengan begitu mereka bisa maju di akademik sekaligus juga bersosialisasi dan tidak melulu mengandalkan orang dewasa sebagai tutor melainkan fasilitator yang mendukung mereka untuk mencari jawaban secara mandiri 😀

2 thoughts on “Daycare Impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s