In Treatment

Rating: ★★★
Category: Movies
Genre: Drama

Film ini seperti serial House atau ER. Bedanya dengan kedua serial yang sudah lebih dulu populer, film ini bukan menyembuhkan orang sakit, tapi membantu orang lain menyelesaikan masalah mereka.

Saya pertama kali melihat film ini ketika saya mengikuti kelas Counseling. Dosen yang mengajar beberapa kali mengambil cuplikan film ini untuk menjelaskan soal ASKING A GOOD QUESTIONS* dan Seni Bertengkar dengan Cinta^. Saya kemudian berkesempatan menonton beberapa episode dari season 1 setelah teman saya meminjamkannya kepada saya minggu lalu untuk modal ujian praktek.

Saya harus akui pekerjaan konselor benar-benar menantang. Bukan cuma berempati terhadap segala masalah yang diceritakan, tapi juga memiliki ketenangan luar biasa ketika menghadapi klien yang nyolot ataupun denial. Ada Laura yang merasa tersiksa dengan komitmen dan tidak bisa berhenti melakukan satu affair ke affair lain. Ada Alex, seorang pilot yang salah menjatuhkan bom, ada pasangan suami istri yang sama-sama insecure in a relationship, dan ada seorang remaja. Paul, si konselor sendiri, masih menyediakan slot waktunya untuk berkonseling dengan supervisornya karena ia memiliki masalah dengan pernikahannya.

Saya pribadi menikmati film ini karena kemampuan Paul dan Gina si supervisor yang mampu menanyakan pertanyaan yang tepat tanpa membuat si klien diinterogasi atau disudutkan. Bahkan ketika akhirnya memberikan komentar, sungguh tidak terasa menyakitkan, tidak seperti ketika kita curhat pada orang biasa yang membawa resiko pada penuduhan atau penawaran solusi yang terlalu cepat.

Dari awal sampai akhir film ini hanya menawarkan percakapan. Bisa membosankan untuk orang yang tidak berminat dengan dunia konseling dan bisa terbawa depresi mendengarkan masalah-masalah klien (atau malah jadi membayangkan..) karena klien menceritakan semuanya dengan detail. Di Episode 1 Season 1, Laura dengan jelas menyebutkan dia akhirnya melakukan hand job dengan orang yang ia temui di bar sambil bercucuran air mata karena teringat dengan pacarnya yang memberikan ultimatum: menikah atau putus. Di episode lain, penonton bisa dibuat gerah melihat tingkah Alex yang pongah atau melihat love hate relationship yang terjadi antara klien pasangan suami istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s