seperti sales Love Yourself

Akhir-akhir ini aku merasa seperti sales ‘Love Yourself’. Berulang kali memaparkan hal ini ke beberapa orang dengan berbagai bentuk produk dari Love Yourself. Sebenarnya targetku tahun ini adalah belajar tentang profound love. Mengapa? Karena aku penasaran.. alkisah beberapa tahun yang lalu aku pernah sekilas lewat membaca sebuah kisah di Alkitab. Kisah ini tentang seorang nabi dari bangsa Yahudi yang menikahi seorang pelacur. Sepanjang pernikahan mereka, sang istri pernah sempat kembali menjadi pelacur dan suaminya kembali menjemputnya dari tempat pelacuran. Aku tidak habis pikir bagaimana itu dijadikan sebuah contoh konkrit dari profound love alias cinta tanpa syarat. Pertanyaan tinggallah pertanyaan mari kembali ke kenyataan : JUALAN LOVE YOURSELF.

Belajar dari kisah orang-orang di sekitarku, aku menyadari satu hal : banyak orang yang tidak akan membunuh orang lain, cukup banyak orang yang tidak melakukan cutting, tapi hampir semua orang sulit untuk mencintai diri sendiri. Berikut ini adalah beberapa produk yang kutawarkan dan telah kucoba sendiri : 


1. Be honest to yourself is a part of loving you as a whole
Sampai akhir 2009 atau malah sampai awal tahun ini, aku tidak bisa jujur pada diriku sendiri. Ah pengalamanku dalam hal tidak jujur pada diri sendiri cukuplah banyak. Kembali ke tahun 2004, aku berhubungan dengan seorang pria. Jauh di dalam hatiku aku sudah merasa tidak ada kecocokan diantara kami berdua tapi aku kukuh bertahan dengan dua alasan yang menurutku saat itu luar biasa kuat: jatuh cinta pada pandangan pertama dan aku ingin membantu dia untuk berpikir positif. Naif ya. Contoh kedua ya tahun lalu ketika aku tidak bisa menghentikan permainan lempar kata manis ke seseorang yang semata-mata karena aku butuh objek cinta.

Ok, mengapa jujur pada diri sendiri itu adalah bagian dari LOVE YOURSELF? Dari pengalamanku, setiap kali aku tidak jujur pada diri sendiri, maka yang terjadi adalah saling menyilet antara hati nurani vs logikaku, antara hati nurani vs keinginanku. Aku bisa merasakan perih itu di pikiranku. Aku bisa merasakan hati nuraniku tersiksa dengan segala kebohongan dan segala argumen yang kususun untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa tindakanku benar. Aku terluka oleh diriku sendiri. Aku terengah-engah di peperangan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku bilang I LOVE ME kalau aku menciptakan keributan seperti itu setiap detiknya?

Seorang teman bilang kepadaku, bahwa untuk jujur pada diri sendiri, dia harus angkat kaki dari Jakarta & memulai karier di Bali. Memang semuanya butuh proses dan tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi jujur 

2. Love yorself first then you can put a little love in everything you do
Jika LOVE itu adalah jumlah saldo rekening, maka untuk menaruh sebentuk cinta dalam setiap tindakan yang kita lakukan diperlukan cinta yang penuh terhadap diri sendiri. Ketika kita mencintai diri kita secara penuh, baik dalam kekurangan maupun kelebihan kita, maka cinta itu akan menetes di pekerjaan atau apapun lah yang kita lakukan. 

Lagi-lagi kupakai diriku sebagai contoh. Berulang kali aku sering bilang, dulu aku merasa mengajar bukanlah passionku. Alasannya? ga keren! aku mencoba dunia HRD tapi aku akhirnya kembali ke dunia pendidikan karena yang kusangka keren menjemukan! Ketika aku kembali ke dunia pendidikan, aku muncul menjadi individu yang mencintai dirinya sebagai seorang pendidik. Hal itu terlihat sekali ketika aku mengajar sekolah minggu. Kalau di lingkungan sekolah, aku tidak terlalu menyadari bahwa passionku di mengajar begitu terlihat, tapi ketika aku mengajar sekolah minggu sambil diobservasi para trainee, mereka bisa melihat betapa aku seperti memberi standar tinggi untuk mereka mengajar di cabang penempatan nantinya. Aku tentunya tidak ingin membuat mereka minder. Niat mereka untuk mengajar saja sudah layak diacungi jempol dan aku percaya dengan niat mereka itu mereka akan menemukan bentuk yang tepat untuk mengajar.

3. Love youself first then you can love others properly. 
Aku dibesarkan oleh ibu yang secara tidak sadar mengajarkan : mencintai sampai terasa sakit. Tentu itu bukan kesalahan ibu karena itu yang ia tahu dari generasi sebelumnya. Tentu bukan berarti aku berkutat dalam jurang yang sama. Ah ini juga baru saja bisa kulakukan. Akhir tahun lalu ketika ibuku dekat dengan orang lain, aku bertahan dengan penuh senyum mendukung, padahal dua temanku habis menampung muntahan ceritaku yang tidak tahan dengan segala romantika. Em, contoh lain, aku merasa kadang aku jadi target empuk untuk temanku bicara seenaknya ketika dia kepentok dengan orang lain. Teringat bahwa aku perlu mencintai diriku sendiri, maka kepada ibu dan temanku ini, aku menetapkan batasan. Sebuah garis yang kubuat bukan karena aku tidak peduli kepada mereka tapi semata-mata karena aku tidak bisa mengasihi mereka jika aku cedera. Detached..

Fiyuh, nampaknya baru 3 produk ini saja yang dirilis… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s