mimpi kocak malam ini…

Ntah apa karena kelelahan menghadapi kemacetan Tanjung Barat-Pasar Minggu semalam atau cuaca yang dingin, mimpiku sedikit kocak malam ini. Seperti biasa tidurku terbagi dua sesi. Jam berapapun aku tidur, aku biasa terbangun jam 1 atau jam 3 pagi. Nah di sesi satu ini, mimpiku cukup membuatku tersentak. Dua gigi depanku patah padahal itu adalah pagi menjelang pemberkatan nikahku (jangan ditanya berapa kali aku telah bermimpi soal hari ini..kalau dirangkai bisa jadi kisah lengkap hari H). Aku langsung terbangun dan melihat jam : 00.34.. Setelah setengah jam terbangun akhirnya saya tertidur lagi.. Bermimpi bahwa ibuku datang ke Jakarta bersama budeku untuk baptisan.. Seperti kata film Inception, mimpi tidak ada awal dan tidak ada akhir, maka mimpiku meloncat ke kisah yang lain. Ada aku yang ingin memperbaiki jok motor tapi malah melantur cari pakaian dalam, ada lagi aku yang sedang mendengarkan masukan dari teman tapi yang paling unik adalah :aku melahirkan bayi kembar, laki laki dan perempuan. Melalui sebuah persalinan yang mudah. Lahir jam 6.30. Ada ibuku hadir disitu bertanya, anak perempuan itu akan diberi nama apa dan aku dengan sedikit jengkel menjawab, ‘aku kan sudah bilang dari dulu Cintaa‘. Si anak perempuan ini begitu tenang tidur sementara si anak laki-laki ini menyusu terus. Huh.. Di mimpi itu aku bahkan sempat nyeletuk, ‘wah jam lahirnya cuma beda setengah jam sama aku.. ngomong-ngomong akta lahirnya diurus dua hari lagi aja ya.. males. Kubilang mimpi ini lucu karena sebelumnya aku pernah mimpi yang sama, bedanya persalinan itu tidaklah mudah. Aku sekarat sambil sayup-sayup aku mendengar anak perempuan itu diberi nama yang buatku aneh banget. 


Jam 5.15 ketika pagi ini aku bangun (yah walaupun ini hari Sabtu, aku harus tetap melek pagi-pagi..), aku langsung mengirim sms ke ibu dan temanku menceritakan mimpiku tersebut. Menurut ibu, gigi yang lepas di kepercayaan Jawa, berarti akan ada kematian. Apalagi gigi depan berarti orang terdekatku yang masih muda. Sedangkan bayi artinya rejeki. Ah, aku tidak terlalu peduli apa yang akan terjadi di depan. Siapapun yang akan meninggal, aku siap menghadapi. Rejeki apapun yang aku terima (dalam bentuk apapun itu), aku siap menerima 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s