Love Myself : Choose My Inner Circle

Setelah menonton Joel Osteen #470 beberapa hari yang lalu, aku kemarin akhirnya menyadari inner circle pun bagian dari Love Myself (atau Love Yourself ). Intinya kan inner circle adalah kumpulan orang-orang yang berada di dekat kita. Sebagai bagian dari Love Myself, I choose my inner circle. Aku tidak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang hanya menarikku ke dalam pusaran emosi negatif. Aku tidak melekat dengan teman-teman perempuan yang selalu merasa dirinya tidak cantik, yang selalu heboh merasa mulai gemuk atau ingin kurus. Intinya aku memilih untuk punya inner circle yang tidak mengeluh 


Mengapa aku memilih? Aku melakukan ini bukan karena aku menjadi pemilih dalam berteman. Aku tetap peduli dengan mereka, tetap menjadi pendengar kisah mereka, tapi dalam batas yang jelas. I love them in distance. Aku tidak mau tersedot dengan energi negatif mereka karena aku tidak mau keluh kesah mereka membuatku menjadi sulit melihat berjalan ke arah cita-citaku. Loh apa hubungannya inner circle dengan impianku? Jika aku terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang tidak bisa menikmati dirinya, yang terlihat bahagia namun semu dan rapuh, mau tidak mau lama kelamaan aku terbawa seperti mereka. Akhirnya akan sulit untukku melihat ke depan bahwa aku akan melakukan hal-hal luar biasa nantinya. Karena dengan sikap mereka yang hanya ingin mengasihani diri sendiri, aku tidak mendapat dukungan moril untuk maju.

Lalu siapa inner circleku? Inner circleku mungil sekali. Aku cuma memiliki sedikit manusia yang kumasukkan sebagai inner circle. Apakah aku merasa kesepian? Sama sekali tidak. Aku sendirian tapi aku selalu ada yang bisa kuajak bicara, yang selalu kujadikan tempat bertanya kapanpun aku butuhkan. Bahkan ibuku sendiri pernah sempat kukeluarkan dari inner circleku karena aku merasa dia tidak satu roh denganku. Haduh bahasa sehari-harinya apa ya.. dont go along with me maybe? Ada orang-orang yang kukeluarkan dari inner circleku karena aku tidak cocok dengan pola mikir mereka (ataupun gaya hidup mereka). Namun bukan berarti aku menjauhi mereka. Kalau memang bertemu, yuk mari, sesekali.. bukan untuk menjadi rutinitas. Jadi siapakah salah satu anggota inner circle tersebut? Dia adalah Oknum yang memberikan insight utk posting ini, yang tidak pernah berhenti kuajak bicara & yang selalu terdiam setiap kali aku memikirkan stiletto 



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s