sudahkah aku tiba di surga?

Kutuliskan postingan ini untuk Santi, Mira, & ibuku. Berturut-turut mereka memberikan sesuatu yang kubutuhkan di waktu yang tepat. Sebuah pelukan, sebuah kekuatan, sebuah pujian. Kami telah melalui masa saling menguatkan satu sama lain. Pelukan selalu bisa membuatku merasa hangat & itu diberikan Santi disaat yang kubutuhkan. Mira pun mengingatkanku melalui smsnya bahwa aku punya kekuatan yang lebih besar dari yang kupikirkan. Akhirnya ditutup dari sms ibuku (plus telp beberapa sesi pastinya). Sebuah pernyataan yang membuatku bangga (nyaris terharu tanpa air mata). Ibuku bilang dia bangga dia pernah hamil dan melahirkan seorang bayi yang akhirnya semakin menunjukkan sinarnya. Ibuku tahu apa yang ada di dalamku, mimpi-mimpiku, tidak bisa lagi dihentikan dengan bujukannya agar aku menemaninya di kota kelahiran kami berdua. Aku bukan lagi menjadi anaknya, tapi aku telah menjadi anak Pemilik alam semesta ini. Buatku itu sebuah kebanggaan luar biasa karena selama ini aku hanya menjadi bayang-bayangnya. Selama ini aku merasa tidak pernah bisa menjadi yang terbaik di matanya. Namun ternyata terpisahnya aku dari ibu membuat aku semakin naik ke tempat dimana aku seharusnya berada. Lalu dengan segala damai yang selalu aku miliki di tiap detik aku menghembuskan nafas, dengan segala sukacita yang aku rasakan sepanjang hari, aku jadi berpikir, aku mungkin sudah tiba di surga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s