bosan

Marilah kita duduk bicara dengan tenang namun kali ini ijinkanlah aku berbicara berpanjang lebar [bukankah aku yang selalu banyak bicara?]
Kukatakan dengan jujur dari lubuk hati terdalam aku bosan [sungguh aku redundan.. bilang dari lubuk hati terdalam, bukankah Kamu yang tahu persis apa isi hatiku]

Aku pernah memberontak kepada Kamu atas semua yang Kamu perlihatkan padaku.
Aku sudah pernah menangis [dalam hati] merengek merajuk supaya semuanya berlalu
Aku lah yang berani lari dalam tanggung jawab
Aku lah yang mengabaikan sapaan lembut Kamu

Aku jugalah yang akhirnya berserah dengan semua rencana yang sudah Kamu siapkan untukku. Walau aku masih mengajukan pertanyaan yang sama : mengapa harus aku

Namun setelah semua waktu berlalu.. dengan ini aku menyatakan bahwa aku bosan.
Saat ini aku bosan dan aku tidak ingin disembuhkan.. [iya iya aku mendengarkan kata-kata Kamu pagi ini.. tapi sekali bosan ya bosan]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s