kedalaman hati seseorang siapa yang tahu?

Gereja seperti medan raksasa untuk melakukan observasi terhadap tingkah pola manusia yang ada di sekitarku. Dibalik diam dan kesendirianku, aku senang mengamati satu per satu orang yang ada. Kebiasaanku ini menghasilkan sebuah kesimpulan* bahwa aku tidak akan pernah tahu seperti apa seseorang sampai benar-benar melihat dalam kesehariannya.


Dulu aku adalah orang yang sangat sadis setiap kali melihat perempuan datang ke gereja memakai baju tanpa lengan atau pakai pakaian yang sangat mini. Buatku perempuan-perempuan itu ke gereja cuma sekedar untuk cari wadah untuk fashion show, tidak ada hormat dengan Tuhan bla bla bla dan biasanya kuteriakkan (dalam hati): S-L-U-T. Namun lama kelamaan aku sadar* bahwa tiap manusia punya kapasitasnya masing-masing. Mungkin mereka tidak melihat itu sesuatu yang salah, mungkin mereka memang butuh sarana untuk memamerkan baju cantik mereka, dan alasan lainnya namun dengan segala alasan tersebut, aku tidak berhak untuk memandang mereka dengan sebelah mata. 

Hari ini, aku nyaris dibuat terlena oleh seorang bapak-bapak yang telah beberapa kali ini kuamati. Kami berdua sama-sama mengantri pengambilan akte baptisan ketika dia bercerita kepada pengerja bahwa dia berpuasa tiga hari supaya tiga saudaranya ini bisa ikut baptis selam. Awalnya aku sempat salut lalu aku diingatkan* bahwa dia adalah orang yang sama yang semena-mena kepada baby sitternya. Kemudian aku pun diingatkan* kembali bahkan tetanggaku rutin puasa setiap minggu tapi luar biasa kejam kepada pembantunya. AHA. Ternyata banyak orang yang masih dalam proses belajar untuk menghayati dan menyadari mengasihi bawahan juga termasuk dari aktivitas spiritual. 

Yah dalam melihat perjalanan spiritual masing-masing individu, aku sadar aku tidak berhak menghakimi, pun aku tidak boleh cepat terkesima. Bahkan ketika aku melihat ke diriku sendiri melalui beberapa tulisanku yang terakhir, aku sadar betapa aku di hadapan Tuhan pun masih menyebalkan. Diberikan tugas sederhana masih lari sana lari sini dan sesekali bertingkah nyolot 

* = bukan hasil buah pemikiran pribadi tapi hasil pembicaraan dengan Oknum yang baru-baru ini mengajari saya tentang cinta tapi enggan saya publikasikan kepada umum.. 

3 thoughts on “kedalaman hati seseorang siapa yang tahu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s