cant stand with this pain anymore

kebelet di sutta, pipis di juanda

Sekalipun aku telah beberapa kali pulang ke rumah ibu di Jawa Timur, baru kali ini sejak tahun 2005, aku mendarat lagi di Bandara Juanda. Selain karena pendapatanku bukan tanpa batas, jalan darat menggunakan kereta tetap pilihan tepat mengingat lokasi rumah ibu yang cuma 40 menit dari stasiun kediri (dibanding 2.5 jam dari Juanda).
Namun untuk suasana harus balik selepas lebaran ini (plus menjemput teman yang ingin melihat Kediri) akhirnya perjalanan kali ini kulakukan dengan menggunakan pesawat. Harga tiket dengan lion air 1 juta pp. 100 ribu lebih murah dibandingkan dengan naik Batavia Air tapi di Lion ga dapet snack (sayang lupa mengecek Citylink).
Sejak di Cengkareng aku sudah menahan pipis tapi aku bertahan karena aku benci sekali dengan toilet Soekarno Hatta. Sebenarnya aku sendiri bukanlah perempuan yang rapi juga dalam urusan buang air kecil. Aku tidak pernah sibuk mencari tissue untuk mengelap. Buatku air dari penyemprot sudah cukup. Aku pun perempuan jorok yang tak pernah cuci tangan sehabis pipis (lah wong tanganku kering ga kena pipis koq). Namun bukan berarti aku begitu mudah meletakkan pantatku di sembarang tempat untuk pipis. Aku akan memastikan toilet itu bersih dan selalu kering dengan penjaga kebersihan yang selalu siap sedia di toilet. Aku juga enggan pipis di toilet yang hanya menyediakan tisu pengganti cebok. Huh ga puas kalau ga main air. Itu sebabnya sampai saat ini aku belum pernah pipis di gereja

.


Ini juga berlaku jika harus melakukan perjalanan ke luar negeri. Aku dengan sukarela memakai air mineral untuk cebok daripada harus membiasakan diri mengelap dengan tisu.
Jadilah aku bertahan selama beberapa jam sampai akhirnya aku mendarat. Hitung-hitung aku sekalian ingin tahu apakah benar bandara ini termasuk bandara terbersih di Indonesia. Ternyata benar, toilet yang disediakan sesuai harapan. Bersih, kering, wangi, ada penyemprot, & ada penjaganya. Surga pipis. Hore.
Sambil menunggu kedatangan teman dari Bali selama 3 jam, aku jadi punya kesempatan mengamati bandara ini. Memang jauh lebih kecil daripada Soekarno Hatta, tapi jauh lebih asri dan terang dengan adanya taman-taman di sekitar bandara dan banyaknya ruang terbuka. Akses untuk ke mini market (ada circle K, Alfamart, dsb) dan mesin ATM pun dekat dari pintu kedatangan maupun pintu keberangkatan. Memang tidak ada wi-fi di tempatku nongkrong selama 3 jam tapi buatku tidak masalah. Just give me a nice toilet, i wont ask for more.
NB: Di sebelah tempat dudukku ada tumpukan kotak onde-onde yang ditulis dalam bahasa inggris : Sesame Seeds Ball 😀
Juanda. 14 Sept 2010

 

One thought on “kebelet di sutta, pipis di juanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s