Ijinkan aku mencuri pandang rumahmu

Aku mungkin satu-satunya penikmat rumahmu secara utuh. 

Aku tidak tahu apakah kamu sendiri membanggakan rumahmu. 
Sungguh taman rumahmu sederhana sekali. Hanya teh-tehan menjadi pagar tanaman, 2 pohon kelapa gading di pojok taman, sebuah pohon jambu batu, pohon nangka, dan palem. 
Tidak menunjukkan pemilik tertarik akan tanaman bunga berwarna seperti anggrek dan mawar.
 
Terhampar rumput gajah segar di tamanmu yang lapang. 
Terlihat sebuah garasi yang kusam dan teras yang muram. 
Sebuah ayunan hanya tergeletak di pojokan rumah pun cat kuning rumahmu tidak lagi menggairahkan. 
 
Tapi tanyakan kepadaku mengapa aku mengagumi rumahmu 
Karena aku tahu aku bisa membuat rumahmu yang damai menjadi lebih bercahaya
Aku jatuh cinta dengan tamanmu 
Aku sadar akan banyak perbaikan untuk rumahmu. 
Aku malah menyukai jalan masuk ke rumahmu yang tak beraspal dengan begitu tak perlu ada tamu yang tertarik menyambangimu.
 
-hasil sebuah intipan dari pagar sekolah. Rumah ini berada tepat di sebelah kelasku mengajar. Tersembunyi di sebuah gang kecil tak beraspal, rumah ini begitu asri, tenang, dan lapang. Rumah idaman. Setiap kali aku merasa begitu penat, selain kopi, mengintip rumah ini adalah pelarianku

One thought on “Ijinkan aku mencuri pandang rumahmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s