ketika aku menangis lebih lama dari biasanya

Aku adalah mahluk yang suka berbangga diri betapa aku begitu berhemat dalam urusan menangis. Aku bisa begitu tangguh menguapkan segala rasa terluka lalu kembali melanjutkan hidup tanpa merasa ada sesuatu yang telah terjadi. Namun kebanggaan itu runtuh ketika aku menangisi orang yang kucintai, orang yg kupercaya, orang yg (nyaris) tidak pernah kubantah. Aku memujanya, aku hidup hanya untuk menjadi sosok ideal yang dia banggakan, aku menyokongnya.


Kemudian cintaku diuji.. Bukankah aku yang ingin tahu apa rupa cinta tanpa syarat? bukankah aku yang pernah bilang bahwa cinta menjadi murni ketika aku percaya dan terus berharap bahwa orang itu akan menjadi yang terbaik sesuai kapasitas dirinya ? Disinilah aku membuktikan bahwa aku menunggunya kembali.. tetap mencintainya tanpa kepura-puraan.. mencintainya dengan total karena aku telah memaafkannya jauh sebelum ia menyadari bahwa ia telah melukaiku dengan parah.. menantinya bahwa aku dan dia akan bersama-sama kembali menikmati secangkir kopi di sore hari.. tetap berharap.. tetap mencintai.. 
PS: sejak 4 oktober sampai 21 okt 2010 kurang lebih aku telah menangis sepuluh kali dengan total durasi 2 jam lebih..tanpa perlu irisan bawang ataupun tetes mata steril. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s