di suatu masa

Target 2011

Begitu cepat 2010 bergulir, begitu banyak hal yang terjadi, begitu kaya pengalaman hidup, begitu banyak yang bisa dipelajari. Saat ini aku akan memasuki 2011. Aku merenung selama beberapa hari di bulan Desember ini apakah yang ingin aku lakukan. Ada target dari tahun ini yang masih ingin kulanjutkan. Ada yang tidak ingin kuteruskan misalnya keputusan untuk tidak makan daging merah. Sebuah target yang tidak bisa kulanjutkan di tahun depan

1. Aku masih ingin melakukan book keeping karena tahun ini belum berhasil dengan baik.
2. Aku ingin menguasai pembuatan 12 macam jenis sayuran (m
un tahu, asem-asem, sayur asem, dsb), 2 jenis sambal (sambel terasi, sambel goreng), 4 jenis kue (pastel, pukis, lumpur, kue coklat, em jg mau roll tart, pudding cake). Oh iya sekalian ayam panggang sama tempe bacem.
3. Aku ingin banyak mendekor. Mendekor ruangan, mendekor pohon natal, mendekor cake.
4. Aku ingin punya jam hidup yang lebih fleksibel.

Diatas segalanya, ini lah target 2011 yang terutama ingin kulakukan. Hari ini 9 Des 2010, aku telah mengunci menara es ku selama-lamanya. Apakah menara es itu? Itulah menara pertahanan yang kubangun selama bertahun-tahun hidupku. Sebuah menara transparan yang tebal yang sengaja kubangun agar aku tidak perlu menjadi hangat kepada orang lain. Di dalamnya aku membangun karakterku bahwa aku dingin, bahwa aku jengah dengan segala bentuk perhatian dari orang-orang terdekat terutama dari keluargaku. Di menara es itu aku mengukir segala pemikiran yang kususun agar aku tidak perlu terluka. Di dalam menara es itu aku menulis beragam ide untukku sendiri. Salah satunya adalah, dengan siapapun aku menikah, aku hanya akan menjalani peran yang telah terjadi turun temurun : istri adalah pelacur yang dibayar paling murah di dunia.

Saat ini aku telah memutuskan untuk tidak kembali lagi masuk ke dalam diriku yang lama. Aku telah keluar dan berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membuka menara es itu dan bersembunyi di dalamnya sebagai bentuk pelarian
. Aku punya target di tahun 2011 untuk menjadi orang yang hangat, aku menjalani hidup dengan penuh senyuman, penuh cinta, dan semangat. Aku melakukan ini semata-mata untuk diriku sendiri, demi Vivi yang lebih baik

Oh ya inspired by Joel Osteen, I will also take practice to use my words to paint a picture of inspiration not condemnation. Last but not least, I will find beauty in my relationship and in my partner every single day. I will seek peace & pursue it. Forgive & forget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s