Tidak Ingin Menoleh ke Belakang

Beberapa bulan terakhir menjelang 2010 berakhir, aku mengalami banyak hal yang terjadi dalam hidup. Sebuah pembelajaran hidup yang membawaku ke fase hidup yang membuatku lebih bijak menghadapi orang lain. Walaupun dalam proses itu aku tidak bisa bohongi aku stres, aku tertekan, aku berantakan. Dalam keadaan seperti itu, kadang aku ingin mengambil langkah mudah, langkah menghindar, langkah keengganan. 


Aku tahu badai ini akan berlalu & ketika badai ini usai, aku akan melihat hidup yang lebih baik. Namun entah mengapa sesekali aku berada di titik nol. Aku ingin kembali ke masa ketika aku hanya mengurusi diriku sendiri & tidak perlu serius memperhatikan orang lain. Kadang aku ingin kembali ke masa ketika tidak ada satupun orang yang menanyakan kabarku. Kembali ke masa ketika aku tidak perlu memperhatikan diriku sendiri. Aku ingin sendiri, sunyi, sepi. Untungnya, minggu lalu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menoleh ke belakang. Aku berjanji untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. Jika kisah hidupku beberapa bulan ini seperti sebuah kehamilan, maka aku tidak bisa menghindari proses melahirkan. Aku mengijinkan diriku untuk drop, tapi aku tidak mengijinkan diriku berlarut-larut dalam mengasihani sendiri demi Vivi yang lebih baik.. perlahan membuka sayapnya & terbang tinggi di balik awan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s