mengadu pada ibu (part 2)

Di awal tahun aku sengaja menempel gambar-gambar barang yang ingin kumiliki di dalam agendaku. Buatku itu seperti wish list board. Waktu bergulir dan aku tidak lagi mengamati gambar-gambar tersebut karena kesibukanku. Liburan ini membuatku membuka kembali lembar yang berada di belakang, aku akhirnya menyadari tanpa sadar aku telah membeli salah satu barang yang aku inginkan yaitu BBQ Grill. Sebenarnya tidak ada keinginanku untuk membeli Bbq Grill pertengahan bulan maret ini. Transaksi itu terjadi ketika aku menerima tagihan kartu kredit BCA Carrefour beserta katalog vouchernya. Aku jarang sekali melihat katalog karena tidak pernah barang yang kuminati sampai secara tidak sengaja aku melihat voucher potongan 50rb untuk setiap pembelian BBQ grill dengan diameter 42 cm. Aku sempat ragu apakah aku harus membelinya atau tidak. Akhirnya barang itu terbeli juga dengan harga Rp.91 ribuan setelah dipotong voucher. aku senang sekali bisa mendapatkannya dan buatku itu adalah barang terakhir yang kubeli memanfaatkan jasa kartu kredit BCA Carrefour yang kerjasamanya akan berakhir April 2011 ini.

Aku pun kemudian memperhatikan satu per satu barang lainnya yang belum kudapatkan. Mataku terhenti pada mixer. Aku jadi teringat dengan hasil wawancara Farah Quinn di Weekender yang membanggakan mixer merek Kitchen Aid miliknya. Aku iseng mencari websitenya dan distributornya di Indonesia. Sungguh aku sangat tergiur memandangi bentuk (dan pilihan warnanya). Aku kemudian menelpon ibu dan bercerita panjang lebar soal mixer ini. Aku memang belum punya oven apalagi punya dapur sendiri tapi aku tetap ingin memiliki mixer ini karena benda ini akan menjadi bagian dari perjalanan passionku. Ibuku yang memang selalu mendukung pencarian passion, langsung semangat ketika aku bercita-cita membeli mixer (dia langsung siap meluncur ke Jakarta untuk menemani aku belanja kapanpun aku mau). Maklumlah dia dan ibunya dulu sama-sama gemar membuat kue. Aku sebenarnya ingin mengikuti jejak mereka tapi dengan gayaku sendiri. Memang sudah ada orang lain yang membuat usaha dalam bidang ini, tapi aku tidak gugup dan akan terus melangkah mengikuti jalan yang harus aku tempuh .

One thought on “mengadu pada ibu (part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s