Bukan Wisata Kuliner

Liburan kali ini aku punya misi untuk tahu cara buat beberapa makanan. Sama sekali tidak ada target untuk memenuhi kodrat perempuan apalagi calon ibu rumah tangga yang baik. Semua makanan yang kupilih ini karena aku memang tidak menemukannya di warung makanan jadi satu-satunya cara untuk menikmati makanan ini semua adalah dengan membuatnya sendiri.

Lokasiku untuk bermain masak-masakan adalah dapur ibu dan dapur kost. Teman yang menemani masak pun bergantian dari partner, teman kerja dulu, sampai teman kost. Pengeluaran? Ga tahu. Kalau itu makanan kesukaanku, aku tidak peduli berapa uang yang harus kukeluarkan untuk bisa membuatnya. Yang jelas untuk membuat pasta dsb aku patungan belanja dengan 4 teman Rp. 50 rb. Untuk makan siang hari ini, aku membeli tomat, kol, cabe, bawang merah, bawang putih, bawang bombay total 10 rb, ikan mujaer 4rb, dan tempe 2rb. Tidak lupa minyak 12rb dan beras 8500 🙂

Oh ya main masak-masakan ini tidak terlepas dari dukungan alat-alat yang baru kubeli. Beruntung sekali tahun ini aku dengan modal nekat berhasil memiliki panci dan wajan teflon cap Maxim. Aku puas sekali memiliki dua produk ini walaupun untuk membelinya menunggu diskonan (Carrefour maupun PRJ).

karena kekayaan masakan Indonesia terletak di bumbunya
karena kekayaan masakan Indonesia terletak di bumbunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s