Hidup Setelah Sekolah

Ketika sebagian besar orang bekerja setelah menyelesaikan masa studinya, aku masih merasa duduk di bangku sekolah. Suasana mengajar di sekolah sama sekali tidak membuatku merasa bahwa aku bekerja. Sampai saat ini (bahkan ketika aku jadi mahasiswa), aku selalu menggunakan kalimat, ‘iya abis pulang sekolah’ Bukan pulang kerja (sekarang) atau pulang kuliah (jadul).

Di sekolah menyenangkan walaupun tidak bisa ditutupi menyisakan titik lelah. Untuk itu aku perlu katarsis selepas jam sekolah. Aku yang cenderung penyendiri dan senang kontemplasi memilih untuk menulis, membuat aksesoris dan baru-baru ini…memasak… Sama sekali bukan buat modal untuk jadi ‘ibu rumah tangga yang baik’. Aku memasak karena jenuh dengan variasi makanan yang kubeli sejak hidup terpisah dari ibu. Aku mulai memasak murni untukku sendiri jadi sama sekali tidak ada beban untuk menghasilkan yang terenak. Buatku membuat kue jauh lebih memberikan reward tersendiri. Sayang aku belum memiliki dapur dan oven pribadi jadi aku belum bisa mengembangkan minatku di pembuatan kue.

Baru dua minggu ini aku terpikir untuk menggabungkan 3 sistem katarsisku itu menjadi satu sajian menarik. Aku berpikir untuk memfoto hasil karyaku. Membuat tulisan tentang itu, lalu mempostingnya di tumblrku seperti yang dibuat BelajarMemasak. Untunglah aku memiliki libur sekolah yang bisa kumanfaatkan untuk menuangkan semua ide itu 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s