Belajar Rajin dari Ahlinya

Dalam proses menyelesaikan target 10,000 jam, saya menyadari ada hal-hal di luar mengasah skill yang tidak bisa tidak harus saya kerjakan. Seperti hari ini saya pulang dari mengajar dari sekolah dan dengan sigap saya menyelesaikan hal-hal dibawah ini dalam waktu 1 jam :

  1. Menyiapkan makan malam buat saya yang sudah kelaparan (masak nasi, menggoreng kerupuk, telur, tahu, dan membuat teh manis panas)
  2. Mencuci semua pakaian dalam saya yang sudah menumpuk 3 hari ini (dan menjemur tentu saja)
  3. Menguras bak kamar mandi dan membersihkan dinding dan ubin
  4. Mandi dan makan

Semua saya kerjakan dengan cepat karena saya tahu, hari ini saya mesti mengalokasikan waktu untuk mengasah skills saya walaupun itu mungkin cuma 1-2 jam. Tidak sulit untuk saya mengumpulkan motivasi dalam mengerjakan tugas tepat waktu karena saya punya kawan bertanding untuk urusan yang satu ini : iblis.

Setan atau iblis apapun namanya itu, selalu dituliskan sebagai oknum yang bertingkah laku buruk, membuat kekacauan, membuat kehancuran, mengerikan, menakutkan. Di agama tertentu, tersuratlah bahwa iblis berada dibalik semua perbuatan dosa manusia entah itu zinah atau mencuri, dari narkoba sampai pergaulan bebas. Namun satu hal yang seharusnya orang-orang belajar dari iblis, dia bukanlah mahluk yang bangun pagi dan bilang, ‘aaaa I don’t like Monday‘. Dia juga tidak akan pernah bilang, “emm belum ada mood nih‘. Dia tidak pernah tidur. Dia akan selalu tekun membuat orang terpengaruh dan menjadi setuju dengan ide yang dia tawarkan. Dia selalu penuh strategi, ga bisa A, ya coba B, ga bisa B, ya coba C. Sama sekali tidak pernah lelah dan sama sekali tidak bermental pegawai (yang baru rajin kalau ada bos nya). Dia sungguh-sungguh menjalani apa yang menjadi tugasnya sendirian ataupun dengan tim. Hari demi hari semangatnya tidak pernah menjadi kendor. Dia terus bersemangat sampai titik darah penghabisan sebelum akhirnya dia sendiri akan dihabiskan (begitulah yang tertulis di kitab suci agama Semit).

Ini lah yang membuat saya selalu bersemangat dalam mengerjakan suatu hal. Saya tidak mau kalah dengan pola kerja dia. Saya selesaikan semua kewajiban saya, lalu saya dengan penuh semangat berlatih mengasah ketrampilan. Hore!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s