Figur Ayah sebagai Mentor

Setelah membaca #UltimateU dari Rene Sudarsono @ReneCC dan membaca postingan Sandiaga Uno tentang ‘ Bervisi Besar Berdompet Kosong‘, saya harus mengakui dengan rendah hati, figur ibu penting, tapi figur ayah juga luar biasa berpengaruh dalam kesuksesan seseorang. Em, sebenarnya figur ayah ini pernah diangkat sebuah buku ‘Rich Dad Poor Dad’ tapi ketika itu saya masih ndablek bahwa tidak ada figur ayah setiap individu akan baik-baik saja karena ketika itu saya memang tidak memiliki figur ayah. Kenyataannya, setiap orang yang berhasil pasti memiliki figur ayah sebagai mentor mereka, sekalipun itu bukan ayah biologis mereka sendiri. 

Ayah saya sendiri sudah meninggal 2004 dan ketika dia hidup, hubungan kami tidak berjalan akrab. Saya tidak merasa berhak menyalahkan ayah saya atas hubungan kami yang tidak mulus karena dalam setiap hubungan dibutuhkan 2 orang untuk membangun kedekatan dan sepertinya saya saat itu tidak bersungguh-sungguh mendekati ayah saya. Namun syukurlah seiring berjalannya waktu saya menemukan figur ayah yang saya teladani. Kami tidak pernah bercakap-cakap panjang lebar tapi setiap kata-kata dalam khotbah singkatnya selalu saya ingat terutama ketika saya terpuruk. Setiap kali saya merasa lemah, hanya mengingat kata-kata beliau, saya kembali tegak berdiri dan mengucap syukur bahwa Tuhan telah memakai beliau secara luar biasa. Kerinduan saya cuma satu : bisa bertanya banyak hal sehingga saya bisa memiliki mentor rohani 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s