Pertama Kali : Menonton Pertunjukan Flamenco di Gedung Kesenian Jakarta

Pertama Kali : Menonton Pertunjukan Flamenco di Gedung Kesenian Jakarta

Untuk pertama kalinya saya akhirnya masuk ke Gedung Kesenian Jakarta & akhirnya setelah menunggu selama 22 tahun, saya berkesempatan untuk melihat langsung tarian Flamenco. Tarian ini pertama kali saya liat di video klip Bryan Adams dan sejak saat itu saya ingin sekali bisa melihat tarian itu secara utuh. Tarian yang saya tonton ditampilkan oleh kelompok Daminaro yang datang dari Spanyol *ya iyalah*

Saya mendapatkan tiket atas nama Dian Mambou ini secara gratis dari teman saya yang mengumumkannya melalui twitter. Ternyata acara baru mulai jam 8 malam sementara saya sudah tiba sampai di Gedung Kesenian Jakarta jam 06.16. Hahaha. Semangat 45 ceritanya. Setelah pintu teater dibuka (bioskop kalee) semua penonton bisa mengambil beberapa kudapan dan jus. Oh iya, saya juga mengambil peta Spanyol gratis. Anggap saja itu sebagai sebuah doa bahwa satu waktu nanti saya akan Spanyol dan menikmati Cordoba (saya juga sampai sekarang masih menyimpan koin-koin Australia sebagai sebuah doa jika sewaktu-waktu kesana saya punya receh, o well, saya sepertinya mulai jenuh dengan koin-koin itu dan ingin menukar dengan rupiah saja..). Ok kembali ke Flamenco, Kelompok Daminaro ini menampilkan tarian Flamenco dengan Judul ‘Cae La Noche’, yaitu sebuah tarian sekaligus menceritakan sebuah mitologi. Penceritaannya sendiri sepertinya disampaikan melalui lagu yang mengiringi 4 penari flamenco (di brosur yang dibagikan ada foto 5 penari namun entah mengapa yang tampil hanya 4 orang).

Nah saya sebagai penonton yang tidak mengerti bahasa Spanyol (bahkan setiap kali penyanyi mengucapkan ‘Ole’ saya ga ngerti itu artinya apa), jadilah hanya meraba-raba ceritanya sebenarnya apa. Setidaknya dari brosur acara yang dibagikan ada pertunjukan tari sebagai berikut :
The Nymphs of The Sunset (Las Ninfas Del Ocaso)
Night and Day (La Noche Y El Dia)
Dream & Fantasy (Sueno Y Ensueno)
Deception and Passion (Engano Y Pasion)
The Eternal (Lo Eterno)

Namun ya sudah lah, kedatangan saya memang semata-mata menikmati tarian. Penampilan kelompok ini luar biasa sekali. 4 penari, 2 penyanyi, 1 gitaris semuanya bagus. Sama sekali bukan kerja gampang. Butuh latihan total untuk mencapai pertunjukan seperti yang mereka tampilkan. Buat yang biasa menari, pastinya salut dengan kelompok ini yang bisa menari 6 menit dengan semangat yang luar biasa. Untuk yang biasa bernyanyi dan main gitar, 30 menit nyanyi dan main gitar nyaris tanpa jeda pasti terbayang lah ya jerih payahnya. Dalam proses penulisan ini, saya sedang mengerjakan video yang bisa saya unggah untuk dipajang disini. Kualitas kamera saku biasa memang, tapi setidaknya bisa mendapatkan gambaran sedikit tentang pertunjukan gratis yang saya nikmati Kamis, 5 Juli 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s