belimbingggg

Belimbing di Margonda

teman saya memotret belimbing

Setiap orang yang masuk kota Depok dari arah Margonda pasti disapa dengan ‘Depok kota Belimbing’. Memandangi jalan Margonda yang kering kerontang karena pelebaran jalan tentunya setiap orang penasaran sebenarnya dimana belimbing-belimbing itu berada (bahkan mungkin apatis bahwa promosi Depok sebagai Kota Belimbing hanya akal-akalan Pemkot Depok). Sejujurnya itu yang saya rasakan ketika tahun lalu menjejakkan kaki di Depok. Rasanya kehabisan akal mencari dimana belimbing itu berada.

This slideshow requires JavaScript.

Sekedar informasi, Depok itu luas. Dari Cinere sampai Sawangan, dari Jl Raya Bogor sampai Jl. Alternatif Cibubur, semua masih kekuasaan Pemkot Depok. Petualangan saya mencari belimbing itu sebenarnya saya lakukan ketika saya mengurusi jasa pindahan yang saya kelola. Sampai satu ketika seusai saya menjadi fasilitator Orientasi Belajar Mahasiswa UI, saya perlu mengantar cucian yang menumpuk. Entah karena melamun atau terlalu banyak yang saya pikirkan, gang masuk tempat cuci kiloan langganan saya terlewat. Saya akhirnya masuk melalui gang tepat di seberang Universitas Gunadarma dan disitulah penemuan kebun belimbing saya dimulai.

kost ada fitnessnya

Saya suka membawa diri saya untuk kesasar. Jika orang frustasi kalau sampai kesasar, saya tidak. Saya sengaja tidak bertanya ke orang sekitar bagaimana cara ke gang tempat cuci kiloan saya berada. Saya hanya mengandalkan kemampuan saya menganalisis mata angin. Saya tahu persis gang cuci kiloan tersebut berada di utara, jadi saya harus terus mengarah ke utara. Namun sepanjang perjalanan, saya malah iseng mencoba jalan baru. Ternyata saya kesasar 100%. Jalan yang tadinya dibeton berubah menjadi tanah, deretan kost-kostan berubah menjadi rumah petak sampai akhirnya saya menemukan barisan pepohonan belimbing yang teduh.

 

 

ini pemandangan yang akan menyambut anda begitu memasuki kebun belimbing di Margonda

Seketika itu saya seperti tidak berada di Margonda. Langit masih cerah, udara masih panas, tapi ada angin sepoi-sepoi yang tidak akan saya dapatkan jika saya di pinggir jalan Margonda. Sayangnya ketika itu saya lupa untuk memotret padahal jelas-jelas kamera digital saya ada di ransel. Akhirnya, 4 jam sebelum takbiran 2012, saya bersama kedua teman saya kembali menjalani jalan yang saya tempuh untuk mendapati kembali perkebunan belimbing (lengkap dengan peternakan ayam potongnya). Buat saya, itu surga kecil Margonda, semoga warga sekitar cukup arif untuk tidak melepaskan tanah perkebunan itu untuk dijadikan bangunan kost..semoga..

 

 

Kelompok Tani Belimbing

 

One thought on “Belimbing di Margonda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s