Belajarlah karena Kamu Jatuh Cinta dengan Topik itu, bukan Karena Ujian

Terima kasih kepada kicauan @kreshna & @wisnuism yang membuat saya bergelora untuk menulis soal belajar. Mas Kreshna yang mengutip perkataan Jusuf Kalla, sedangkan Wishnu dari kacamata seorang pebisnis sushi sama-sama menulis soal BELAJAR tapi dengan sudut pandang yang berbeda. Yang satu menenangkan, yang satu menakut-nakuti.

Belajar itu bukan monopoli kelompok usia tertentu, belajar seharusnya bukan sesuatu yang dipaksakan, belajar harusnya diisi dengan semangat karena ingin tahu lebih. Itu sebabnya saya tidak bisa menaruh hormat kepada manusia yang bilang ‘wah gw ga tahu politik’, ‘wah gw ga tau gadget’, ‘wah gw ga tau keuangan’. Well if you don’t know about that, then spend your time to learn. To be honest, to learn all of those things, you can’t only staring at your facebook home page.

Itu yang terjadi kepada saya pribadi. Menjalani sebuah usaha membuat saya harus belajar soal keuangan, belajar berkomunikasi secara asertif (saya orangnya tipe ga enakan), dan yang terpenting belajar untuk terus tersenyum walaupun kesibukan datang silih berganti. Pemahaman saya tentang keuangan tetap pas-pasan tapi saya tekun untuk terus mencatat semua arus uang masuk uang keluar. Ya memang cuma itu saja yang saya sanggup. Saya masih belum paham debit kredit tapi terus bukan berarti saya berhenti belajar.

Saya memulai menyimak politik. Suatu topik yang saya selalu hindari. Saya saat ini memang tidak terlalu membaca secara mendalam tapi setidaknya saya terus memantau sambil sesekali kena kicauan barisan digital kader (u-know-who). Kekerasan pada beberapa kelompok Muslim Minoritas, bahkan sampai korban yang tertimbun di lahan Freeport.

Ternyata hal yang saya lakukan juga dialami oleh Wisnu. Karena membuat sebuah bisnis ya jadi belajar. Capek pasti ada, tapi ada banyak pelajaran yang didapat melebihi dari bangku sekolah yang cuma berorientasi kepada memperoleh nilai ujian tinggi dengan kemampuan menghapal luar biasa.

Image
Say Amien to all his tweets!

Mengapa menghapal luar biasa ? Ujian di negara ini pada umumnya masih berkutat seputar menguji kemampuan kognitif anak pada level yang rendah yaitu hapalan. Bahkan matematika pun semua dihapalkan. Sifat-sifat bangun lah, rumus ini lah rumus itu lah. Siswa terkungkung dalam sebuah hapalan tanpa pernah jatuh cinta dengan topik yang disajikan. Siswa hanya disuruh mencatat, mendengarkan, dan mengulang-ulang.

Yang lebih ironis adalah pemahaman orang bahwa untuk belajar hal-hal yang sifatnya cuma hapalan tanpa ada pengujian analisa dan pemecahan masalah PERLU ADA UJIAN. Dari fokus pengajarannya saja sudah salah, ditambah lagi ujian yang salah kaprah. Anak yang mendapat prestasi tinggi dibanggakan. Padahal orangtua, sekolah, dan guru LUPA bahwa prestasi tinggi yang sedang mereka banggakan itu cuma lapis ter-cetek dari sebuah pemahaman terhadap materi.

Anak hanya dibebani dan ditakut-takuti. UJIAN dijadikan senjata pembuktian apakah anak-anak bibit unggul atau bukan. Orang sering lupa, anak lahir ke bumi dengan bakat dan minatnya sendiri. Orang dewasa tidak memukul, tidak merusak, tapi jika menakut-nakuti dengan UJIAN, pasti ada yang salah dengan pemahaman anda mengenai belajar.

Image
JK!

One thought on “Belajarlah karena Kamu Jatuh Cinta dengan Topik itu, bukan Karena Ujian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s