Makan Tuh Passion!

Kalau di tahun 2013 ini masih ada orang-orang yang bingung dengan passion, maka bisa melihat tulisan saya tentang passion di sini dan di sana. Pembicaraan soal passion saya anggap sudah selesai tiga tahun yang lalu.

Dalam pemahaman saya mengenai passion, ada beberapa hal yang orang sering lupakan.

MELAKUKAN PASSION ITU (KADANG) PAKE DUIT

saya tidak tahu apa passion anda, tapi saya sendiri yang menikmati menulis dan mengajar, sadar betul ada uang yang saya keluarkan untuk mengasah kemampuan saya. Pengeluaran saya adalah akses internet karena sebagian besar arena saya mengasah dan berlatih adalah di dunia maya. Bagaimana mendapatkan duit untuk melakukan passion ? Mas / Mbak untuk mendapatkan yang anda inginkan, anda bisa putar otak! Itu yang saya lakukan sekarang. Kebetulan salah satu passion saya mengajar dan sudah bisa dijadikan pendapatan bulanan. Namun pendapatan saat ini sebenarnya turun drastis dari yang biasa saya peroleh ketika menjadi guru di sekolah. Ternyata saya tetap bisa mencukupkan diri dengan itu semua. Memang saya menjadi tidak berlibur ke luar negeri, tapi saya bisa punya waktu untuk menyelesaikan urusan pindahan. Di situ lah saya berjuang mengatur waktu untuk menyelesaikan semua urusan. Merasa lelah batin ? Jarang. Karena buat saya setiap harinya hari libur. Saya masih bebas membaca jurnal, berkicau di twitter, berbincang-bincang dengan ibu melalui whatsapp di sela-sela kesibukan saya TANPA HARUS MERASA curi-curi waktu kerja.

MELAKUKAN PASSION KOQ BELUM ADA DUITNYA ?

Bahkan orang yang sudah menghabiskan 10.000 jam belum tentu bisa langsung memetik hasil dari passionnya. Ya ada yang jalan hidupnya instan, tapi tidak sedikit yang memang harus setahap demi setahap. Saya tetap menulis di blog sekalipun tidak ada yang membaca, sekalipun tidak menghasilkan uang. Saya membuat video di youtube, dengan percaya diri membagikannya di jejaring sosial dan toh baru kali ini saya dapat proyek menulis dan dibayar. Itu pun belum bisa dijadikan mata pencaharian tetap. Namun itu tidak membuat saya berhenti.

MOTIVASI. TEKUN. MOTIVASI. TEKUN. Kick out your swinging mood

Buat orang yang berbangga bahwa mereka melakukan segala sesuatunya tergantung mood, alangkah baiknya anda tidak usah berpikir soal melakukan passion. Just be a normal human being. This arena is totally not for you. Mengapa ? Lah 10 ribu jam nya mau selesai sampai kapan ? Anda akan sampai di titik jenuh karena anda merasa kemampuan anda stagnan. Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk menjalani passion sampai anda sendiri yang mau berdisiplin soal waktu. Kalau anda merasa stagnan, berhenti salahkan keadaan. Itu ulah anda sendiri yang tidak bisa menendang pantat anda sendiri untuk bangkit dan menyediakan waktu untuk berlatih dan siap terima umpan balik. Kalau anda berlatih dan itu hanya anda simpan sendiri karena anda merasa masih belum sempurna, maka anda tidak akan pernah maju. Namun ketika anda berani membagikannya kepada beberapa orang, itu adalah tanda anda ingin lebih baik di passion yang anda miliki.

Disiplin dan tekun adalah kunci yang selalu pegang setiap kali saya bangun pagi. Saya masih tetap menjalani hidup saya sebagai orang biasa. Doa pagi, mengantar cucian, mencuci piring, memberi makan kucing, menyiram tanaman, pergi ke bank, menghitung penawaran pindahan, menjawab telepon, mengajar. Seperti manusia biasa bukan ? Tapi di sela-sela anda mungkin nonton TV ataupun bermain, saya memilih untuk membaca soal informasi mengajar terbaru dan menulis. Tulisan saya pada awalnya sederhana dan lebih ke arah terlalu lebay (begitu kata partner saya) bahkan pernah menuai protes dari salah satu anggota keluarga partner sampai harus saya hapus, tapi saya terus tekun menulis. Apakah karena saya ingin menjadi penulis terkenal ? Tidak sama sekali. Saya hanya ingin menulis untuk menggugah pola pikir orang.

Semangat itu bukan datang dari motivator tapi dari diri saya sendiri. Ada atau tidaknya orang yang mengingatkan atau mendorong, saya tetap rutin berlatih. Apakah ada konsekuensi dari tetap fokus ? Tentu ada. Ketika setumpuk kerjaan yang menghasilkan uang saya kerjakan + berlatih untuk passion, saya kelupaan siram bunga. Tanaman saya mati. Padahal itu hanya sekedar tanaman pucuk merah. Pagi ini saya sedih sekali karena saya terlambat menyiram. Saya tidak ingin menyalahkan siapapun karena saya tahu itu tanggung jawab saya. Namun ya saya tidak berlarut-larut dalam emosi kesedihan tersebut. Saya melanjutkan ide tulisan yang ingin saya tuangkan. Konsekuensi lain ? saya tidak ada waktu untuk percakapan basa basi.

Arena menjalani passion adalah arena yang sunyi. Anda tidak bisa selamanya mengharapkan ada teman yang menemani anda, tidak bisa mengharapkan selalu ada yang siap menjadi pemandu sorak di pinggir arena siap memompa semangat ketika anda minder. Seorang F Widayanto menghabiskan waktu 3 hari di Tapos untuk mendapatkan inspirasi dalam seni keramik. Harga Rp. 250 juta untuk setiap karyanya adalah harga yang setimpal untuk semua percobaan warna dan teknik keramik yang lebih baik. Anda tidak bisa iri kepada F Widayanto karena belum tentu anda punya cukup mental untuk ditertawakan karena memilih menjalani passion + menghabiskan ribuan jam meracik yang terbaik.

10.000 Jam Bukan Lamanya Anda Bekerja

Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama tapi belum tentu bisa dihitung sebagai menghabiskan waktu 10,000 jam. Selain karena kemungkinan pekerjaan tersebut bukan yang dia minati, bisa jadi dia hanya menjalankan tanpa meningkatkan kemampuan. Di sini yang tidak enaknya dari menghabiskan 10.000 jam tersebut. Tidak ada zona nyaman, tidak ada masa cuma ongkang ongkang kaki menjalani apa yang sudah diketahui selama ini.

2 thoughts on “Makan Tuh Passion!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s