Gravitasi emosi

Saya suka menonton film yang bisa membuat saya terlarut di dalamnya sampai beberpa jam atau beberapa hari setelah film itu tutup layar. Karena uang adalah benda yg terbatas, saya tidak bisa sewaktu-waktu menonton setiap kali ada film yang dibicarakan orang. Gravity ternyata menyita perhatian saya. Padahal saya tidak pernah melihat trailernya apalagi membaca kicauan orang di twitter yang panjang lebar membahasnya.

Saya hanya ingin menonton karena ada adegan di luar angkasa yang digarap 4 tahun untuk membuatnya. Luar angkasa adalah ruang penasaran saya. Film star trek, contact dan apollo 13 adalah film yang memicu rasa penasaran saya. Gravity menawarkan banyak hal yang baik visualisasi maupun ide cerita dari dunia luar angkasa yang sunyi. Saya jadi teringat masa kuliah saya memandangi foto galaksi dan menatap langit malam Desember untuk melihat bintang-bintang favorit saya.

Film Gravity membuat saya termenung. Jika saya berada dalam situasi tersebut saya mungkin tidak memiliki daya juang untuk kembali ke bumi. Tidak ada yang dipulangi adalah alasan manusia untuk tidak lagi berjuang. Apalagi dengan pemandangan luar biasa lengkap dengan kesunyian yang pasti.

One thought on “Gravitasi emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s