Catatan #PinggirPasar : Turun Tangan untuk Kucing Jalanan

Mengutip istilah yang digunakan Anies Baswedan ‘turun tangan’, saya menemukan kesempatan untuk melakukan sesuatu terhadap kucing jalanan yang saya lihat di sekitar saya berteduh. Semua tahu bahwa kecenderungan orang membuang kucing adalah di pasar dengan harapan kucing-kucing tersebut bisa memperoleh akses makanan tanpa batas. Pada kenyataannya akses makanan yang mereka peroleh jauh dari sehat dan layak. Itu sebabnya saya berulang kali mengkampanyekan steril kucing. Saya sadar pemerintahan Depok hanya fokus kepada yang mereka sanggup : One Day No Rice dan buka tutup galian di jalan buang uang proyek. Saya harus bertindak. Siapa yang peduli dengan kucing jalanan ? Tidak ada. Mereka menjadi peduli jika kucing tersebut betina. Mencari cara untuk membuang kucing tersebut pastinya.

Saya dulu seperti itu koq. Saya dulu membenci kucing, melakukan apa saja untuk membuat kucing pergi dari pandangan saya tapi kasih Yesus yang berlimpah dalam diri saya telah mengubahkan hati saya sampai saya turun tangan bukan cuma kasihan. Saat ini saya mengerti seperti apa rasanya Rasul Paulus *ok jangan salah saya mengidentifikasi diri dengan Paulus ya*. Dulu menganggap membunuh orang Kristen adalah benar, lalu berbalik hanya memberitakan Kristus kemanapun dia melangkah.

Di dalam rencana saya mensteril 1000 kucing saya membayangkan saya mengumpulkan uang berkelimpahan dulu baru saya mensteril tapi ternyata rencana saya bukan rancangan Tuhan. Minggu lalu sebelum malam Natal, saya berangkat mensteril 2 kucing betina yang sedang menyusui anaknya masing-masing. Saya segera mensteril karena mereka sudah menjadi incaran kucing jantan liar. Uang saya masih pas-pasan koq tapi saya tetap jalan. Ternyata saya masih mendapat diskon 50 ribu dari pihak penyelenggara. Partner saya bersedia membayari carteran sewa pick up & beberapa orang di pinggir pasar ini bersedia tempatnya dijadikan tempat berlindung 2 induk kucing ini beserta anak-anaknya. Buat saya itu berkat tersendiri. Ketika saya bersedia untuk menjadi saluran berkat bagi yang membutuhkan maka semua pertolongan itu nyata dan tepat pada waktunya.

Di hari saya menulis ini, satu anak kucing jalanan sedang saya rawat intensif karena sakit (cacingan, kutuan, pembengkakan mata) & dari kejauhan saya dengar induk kucing yang sudah saya steril sedang mencari satu anaknya yang hilang. Hati saya turut sedih tapi saya juga tidak tahu harus mencari dari mana. Setidaknya saya melakukan apa yang bisa saya lakukan.

IMG-20131221-00311 (1)
yang hitam kecil itu sekarang sedang opname di ruang tamu saya
mulai semangat :D
mulai semangat 😀
ini induk kucing yang memindahkan anaknya.. gelap ya..
ini induk kucing yang memindahkan anaknya.. gelap ya..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s