Kalau Saya Punya 5 Hari di Bali

Saya sudah menyadari kecerdasan intrapersonal memang diluar garis normal sehingga kecenderungan saya menjadi terlalu serius dan membosankan plus kaku. Itu mempengaruhi gaya berlibur saya. Sepanjang waktu berlibur saya lebih banyak melakukan refleksi diri. Saya tidak menutup kuping saya dengan bunyi pemutar musik digital tapi saya membuka kuping saya pada setiap bunyi di sekitar saya. Kadang saya ikut menyimak pembicaraan orang lain, mendengarkan bunyi mesin kendaraan yang saya gunakan (entah itu pesawat atau kereta) atau apapun. Saya juga tidak membaca. Saya justru membaca setiap baliho, spanduk, koran lokal apapun yang di luar kebiasaan saya. Partner saya sendiri bilang bahwa saya adalah teman berlibur yang berat, sebuah kondisi akibat terlalu nyenyak dalam kondisi perenungan tersebut. Nah saya jadi membayangkan kegiatan apa yang akan saya lakukan jika saya punya waktu 5 hari di Bali. Waktu yang sama yang dimiliki partner saya menghabiskan liburan bersama teman – teman (ringan) nya.

Perjalanan ini saya bayangkan akan dilakukan sendiri atau paling ramai berdua. Tidak perlu berdua dengan partner karena seperti yang sudah saya bayangkan perjalanan pilihan saya terlalu sunyi untuk orang seusia saya. Buat saya Bali sudah bukan Kuta lagi. Bali lebih mulia dan murni dari Kuta. Lagipula perjalanan solo ini dalam rangka perenungan saya tentang sebuah komitmen. Jadi susunan acara yang saya buat akan menghapus Kuta. Kalaupun saya mendarat ke Poppies Lane karena saya sudah terbiasa menginap di Palm Garden dengan sarapannya pisang bakarnya yang ngangenin plus warung masakan Cina di belakang losmen. (Wis mbuh losmen hotel opo ae pokoke jenenge Palm Garden). Pokoknya mari membayangkan ini perjalanan solo dengan kemampuan berkendara hanya motor.

Hari Rabu, 4 September 2014

Mendarat lalu minta jemput travel Ubud 😀 Saya menginap di Ubud!! ealah.. sok ga ke Kuta malah ke Ubud. tidur siang dan sore saya ingin mampir ke Cantika Spa. Huahahaha. Lalu dari situ saya ingin ke Hubud kalau kebetulan mereka sedang ada event dan menerima pengunjung dadakan.

Hari Kamis-Jumat, 5 Sept 2014

Ke Desa Pengotan Bangli dong, agrowisata atau ke Kebun Raya dipikirkan secara spontan saja. *lagi lagi ketawa sampai pingsan*

Hari Sabtu, 6 Sept 2014

TEDx Ubud!!! Bagaimana isi acara dan pencerahan apa yang akan saya terima biar saja menjadi kejutan

Hari Minggu, 7 Sept 2014

Bertemu dengan komunitas gereja di Bali. Pulang *iya yang ini keliatan ga kreatif. tapi sudah menjadi prinsip saya tidak pernah absen kebaktian minggu di manapun saya berada*

selebihnya menjadikan ini nyata hanya membuat meringis kuda.. tiketnya saja sudah 1 juta sendiri..mungkin perjalanan solo ini hanya akan disederhanakan dengan mengunjungi 3 pulau di Kepulauan Seribu seharian dengan membayar Rp. 100.000 

2 thoughts on “Kalau Saya Punya 5 Hari di Bali

    1. ladies and gentlemen.. here we go my man.. always become editor in every single writing I made since years ago in multiply 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s