30

Ini tulisan saya di tahun 2011 khayalan apa yg akan terjadi sebelum 30. Gak kejadian. Perih. 

Akhirnya sampai juga di usia 30. Oh begini to keadaannya..hahaha.. Saya sendiri ketika belum menyentuh usia 30 sering membayangkan dan penasaran seperti apa sih kehidupan saya ketika berusia 30 tahun. Saya sebenarnya ada target pencapaian untuk di usia-usia tertentu yang sering orang bule sebut milestone. Namun saya berada di titik mengalir saja apa adanya tepat ketika saya memasuki dunia kerja. Hidup tidak sesederhana ketika saya kuliah. Semasa kuliah (masa sekolah yang harus akui paling saya nikmati), saya bisa menjadi ambisius karena saya menetapkan target, saya yang memastikan semua berhasil. Saya. saya. saya. Selepas kuliah semua tidak hanya karena saya.

Di benak saya dulu, saya baru akan menikah di usia 29-30. Kenyataannya ? Belum apa-apa sebenarnya saya sudah ingin menyerah dengan dunia pernikahan. Saya membayangkan bahwa saya sudah menikah dan menjalani hidup santai dengan menjadi pengelola keuangan keluarga (baca : pegang duit suami lalu cukup-cukupin duit) sambil memiliki pekerjaan santai sehingga saya masih punya duit jajan, menata rumah dan mengawasi sekolah anak. Kenyataannya ? Saya tidak sesantai yang saya bayangkan tapi saya lega saya menjalani apa yang saya bayangkan : bukan kerja kantoran.

Selama apapun jam mengajar yang saya lakukan, pendapatan saya masih tetap dibawah lulusan Ilmu Komputer UI. Itu sudah bagian dari takdir dilahirkan di Indonesia bukan di Finlandia. Mungkin kalaupun saya dilahirkan di Finlandia saya belum tentu lulus pendidikan guru dan malah jadi petugas perpustakaan (Impian lain saya memang bekerja di perpustakaan 😀 ). Saya tidak merasa frustasi soal itu karena sebenarnya saya menikmati mengajar detik per detiknya. Saya menikmati bagaimana dekatnya lokasi saya mengajar dengan saya tinggal. Radius mengajar dan tinggal saya paling jauh adalah 12 km. Rata-rata 4 km. Saya menikmati bahwa di sore hari saya masih bisa minum kopi. Sampai tahun 2009 saya masih minum kopi sore bersama ibu, tahun berikutnya lebih banyak sendiri. Soal perubahan minum kopi sendiri sempat membuat saya terpukul di akhir 2009 tapi lama-lama saya terbiasa.

Apa yang sudah terjadi pada diri saya selama 30 tahun setelah berbagai hal saya alami ? Saya berubah dalam religiusitas, saya semakin lebih sabar dan memanfaatkan berbagai jurus dalam mengajar, saya semakin iklas dalam keciprak kecipruk mengusahakan lapak, saya menjalani hidup tanpa target apa apa, saya masih terus belajar untuk punya hidup sehat, saya plong sudah menolong kucing jalanan secara total, saya masih menyesali ada hal-hal yang tidak sempat saya bicarakan dengan almarhum bapak saya.

This slideshow requires JavaScript.

One thought on “30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s