Waktu untuk Binatang

10 tahun yang lalu saya tidak akan membayangkan diri saya bisa segitunya mengalokasi waktu untuk binatang apalagi dari jalanan. 10 tahun bahkan 5 tahun yang lalu saya hanya ingin menjalani hidup dengan ambisius tanpa drama. Memiliki semua apa yang saya perlukan lalu mengunjungi berbagai tempat baru


Namun hidup berbelok ke arah yang di luar dugaan saya. Vivi tidak lagi ambisius. Hari per hari dijalani dengan iman. Setiap harinya tetap sibuk sampai tidak sempat menyusun jadwal kegiatan di agenda. Beda total dengan ketika saya begitu ambisius untuk menjadi mapan di mata dunia. Sekarang keseharian saya berwarna. Ada drama. Entah itu miris melihat anjing mati dipukul di lapo, senang karena kucing yang ditolong kembali sehat atau bersentuhan dengan orang-orang yang peka dengan alam (dalam hal ini binatang terlantar).

Senin lalu saya mengantar kucing dari sebuah penampungan binatang di Tapos Depok ke klinik dr hewan Koes di bilangan Dapur Susu. Menyenangkan sekali masuk ke dalam kompleks perumahan seperti dulu saya dibesarkan. Di klinik tersebut saya masih melihat radio amatir yang masih beroperasi dengan baik dan terawat. Hal ini tidak dapat saya nikmati kalau saya bekerja penuh seperti dulu.

Saya masih hidup sederhana tapi saya mengucap syukur semua kebutuhan saya terpenuhi. Saya bahkan masih ada waktu untuk membuat gambar kucing adopsi sepertI ini. Ternyata binatang telah memberikan penghiburan buat saya pribadi dan terus membentuk saya menjadi pribadi yang lebih tenang dan sabar *kecup meimei*

 

Berikut adalah binatang yang pernah singgah & kami tolong sejak 2012 :

  1. Upik 1.0 ditolong dari Fakultas Ilmu Komputer UI. Mati karena salah susu (ya waktu dulu kan masih bego)
  2. Upik 2.0 & Ucrit diadopsi dari Pasar Jatinegara bulan Juni/Juli 2012. Ucrit menghilang Mei 2014 sedangkan Upik masih ada bersama-sama kami sampai sekarang
  3. Buyung diadopsi dari parkiran ITC Depok Desember 2012. Mati Mei 2014 karena virus.. He was my spoiled baby boy..Kematian dia bikin saya termewek-mewek untuk beberapa minggu. Nyesel karena ga cepet-cepet vaksin dsb dst *ga mau bahas lebih lanjut*
  4. MeiMei diadopsi dari Klinik Hewan Depok 3 Februari 2013 setelah saya menolong kucing Linus yang akhirnya mati karena diare
  5. Trio Mungil – Tiger – Ireng yang dibuang orang di depan ruko awal 2014. Semua tewas karena terlalu kecil ketika wabah wirus kampret datang
  6. 1 kucing lupa namanya yang diadopsi satu minggu setelah trio datang. Mati juga karena virus
  7. Koko diadopsi dari bawah gerobak pemulung dekat pembuangan sampah Pasar Kemiri Muka dalam keadaan demam tinggi Februari 2014 tidak lama setelah Trio mati. Sampai sekarang Koko masih bersama kami. Mesin makan yang ga pernah kenyang dan tidak peduli dengan bahaya kolesterol bagi kucing yang kegemukan
  8. Goofy diadopsi April 2014 ketika mengais-ais sampah di belakang hotel Bumi Wiyata. Anjing yang doyan cuek dan sukses memecahkan rekor biaya steril termahal yang pernah kami bayar karena harus tiga kali operasi. Bukan karena dokternya ga canggih ya tapi karena Goofy begitu nakalnya menggigiti jahitan bahkan ketika sudah menggunakan corong *pusing ga sih lu*
  9. Birong diadopsi 1 Mei 2014. Hari Buruh. Birong tadinya ditolong teman saya di Grup Kurcaci dari Stasiun Pondok Cina karena dehidrasi. Jadi Birong sempat dirawat di Klinik Hewan Depok. Tadinya Birong mau kami lepas liar tapi si hitam bertaring vampir ini minta masuk melulu. Sesama hitam manis tentu saya akhirnya luluh juga.
  10. Hopi diadopsi Mei tidak lama kemudian Eneng. dua-duanya mati. Virus dan (mungkin) keracunan.
  11. Mimi juga diadopsi bulan Mei. Biasa lah mentang-mentang kami mengadakan steril kucing orang seenaknya membuang kucing di dekat kami. Mimi masih sehat, berisik, dan manja.
  12. Felicia datang di bulan Juni 2014. Skenario sama. Dibuang orang tidak jauh dari ruko kami, tapi dia tidak langsung mau tinggal di tempat kami. Sempat selama seminggu ke warteg lalu akhirnya kembali lagi datang ke kami dengan kondisi cacingan (muntah cacing dan pup darah). Sekarang sehat sentosa sambil masih terus perawatan mempertebal bulu akibat gizi buruk *tsah*. Felicia ternyata jantan. Diganti jadi Felix. Disuntik mati Senin, 20 Oktober 2014. Saya sedih sampai beberapa hari..
  13. Oh iya partner juga punya anak asuh di Fasilkom UI dan kami juga ada Romeo kucing persia yang nge-kost di tempat kami sampai menjelang lebaran untuk tinggal seterusnya di Ciamis. Tak Lama ada lagi Cherry yg nge-kost

This slideshow requires JavaScript.

Semua binatang tersebut diadopsi. Tidak ada yang dibeli. Anjing adopsi, kucing juga adopsi. Mengadopsi anjing atau kucing dari jalanan buat saya seperti memberi harapan hidup kedua buat mereka. Sama seperti saya diberi kesempatan kedua oleh Yesus *ealah koq dakwah*

Yang menarik adalah keponakan partner saya menanyakan apakah saya tidak khawatir dengan tokso karena mengurus kucing. Saya pun dengan santai menawarkan kepadanya apakah dia mau mendengar jawaban logis atau Alkitabiah dari saya (nah loh dakwah lagi). Sebenarnya keponakan partner adalah orang ke 988 yang mengajukan pertanyaan soal tokso. Dari saya jawab santun sampai saya mau jawab dengan mengacung 1 jari *jari tengah* sudah saya lakukan. Cuma kali ini keponakan partner mendapat jackpot. Dia mendapat dua jawaban dari saya. Dari sisi medis sudah cukup banyak riset yang menjawab bahwa penularan tokso tidak melulu dari FESES kucing (bukan bulu) dan soal riset tersebut saya cuma bilang : google, jangan bersender dengan ‘katanya’. Dari sisi Alkitab.. saya percaya Yesus satu kali mati di kayu salib dan darahNya tertumpah untuk menyelesaikan semuanya. Dosa saya sudah selesai. Virus, bakteri, kuman sudah tidak berkuasa lagi atas saya dan seisi rumah. Alergi, kekhawatiran bukan bagian dari saya lagi karena saya sudah menjadi ciptaan yang baru. Saya sendiri percaya saya bisa mencintai binatang ini tanpa syarat hanya karena Yesus sendiri yang mengubahkan saya. Sebenarnya orang bisa saja membalikkan kepada saya, kalau percaya virus tidak berkuasa lagi, kenapa banyak kucing saya yang mati karena virus ? Tentu saja mengenai hal tersebut akan saya jawab terpisah 🙂

2 thoughts on “Waktu untuk Binatang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s