bermain

Merawat Kucing versi Vivi

Saya senang sepanjang menjadi pusat informasi steril kucing, ternyata banyak juga orang yang baru mau pelihara kucing dan mau belajar. Ada yang dari jalan, ada yang beli (kalau yang ini saya cuma mengelus dada..). Memelihara binatang memang membutuhkan komitmen dan kalau mau mengeluh silakan minum alkohol / kopi di teras, pandangi langit hari ini, tarik napas dalam-dalam lalu lanjutkan hidup. Saat ini, binatang yang saya urus adalah sebagai berikut :

  1. Upik. Kucing generasi pertama bersama Ucrit, Buyung, dan MeiMei. Ucrit dan MeiMei hilang. Buyung mati karena virus.
  2. Koko. Diadopsi awal 2014. Seperti remaja pada umumnya..S.M.P sesudah makan pergi..
  3. Birong. Dititipkan ke saya sekitar Maret 2014 setelah teman dari Tim Kurcaci tidak tega mengembalikan Birong ke Stasiun Pondok CIna. Hitam, kurus, bahkan sangat lemas setelah disteril. Sekarang dia menjadi anak yang sangat manis. Biarin aja orang melihat Birong sebagai kucing menyeramkan karena hitam legam. Lumayan. Bikin lapak saya terlihat angker
  4. Mimi. The most noisy cat in the world.
  5. Eneng. Tetap hidup bahagia dengan memanjat pohon sekalipun kaki kiri terlepas dari tempurungnya
  6. Iyan. Ditemukan Lebaran, baru benar-benar sembuh di Lebaran Haji dan mulai gemuk menjelang Natal 2014
  7. Engking. Ditemukan di Cakung dengan kondisi dua kaki belakang patah. Sampai sekarang masih perawatan jamur di tubuh. Pelan-pelan sudah bisa jalan
  8. Rofi, Buyung 2, Biyung ditemukan di sekitaran Kedondong. Juga masih perawatan jamur (Buyung meninggal. Rofi masih bersama kami, Biyung diadopsi)
  9. Ali. Kucing ras dibuang di jalan Mahali (belakang Apartemen Margonda Residence) rutin suntik anti tumor
  10. Nicki Nicki. Kucing ras dibuang di Nicko Nicko pet shop karena kasus ambeien. Sampai sekarang masih dirawat (akhirnya meninggal)
  11. Miu Miu. Kucing umur tiga minggu yang terus berjuang hidup (akhirnya meninggal)
  12. Loci. Kucing betina dewasa yang entah kesasar atau dibuang orang di Kedondong
  13. Sunday & Monday. Satu dari hutan UI. Satu dibuang ketika usia 2 minggu
  14. 4 anak kucing ras yang diserahkan ke saya (akhirnya meninggal)
  15. Goofy. Anjing yang kebanyakan belajar kelakuan kucing daripada memberikan teladan kepatuhan kepada kucing
  16. Pippo. Anjing yang sedang menunggu adopter

Keseharian ? Sibuk. Ga usah nanya. Ini cara saya merawat kucing, entah merawat kucing kampung ataupun kucing ras. Entah anak kucing atau kucing dewasa:

Pagi :

  1. Bersihkan bak pasir dari semua feses. Pasir yang digunakan adalah nomor 2 (1 karung berat 25 kg Rp. 35.000.) lalu jemur. Untuk menghilangkan bau saya pakai EM4 (Rp. 25.000) beli di toko ternak di Pasar Kemiri Muka kadang kalau banyak lalat yang mengerumuni saya suka semprot dengan Hit rasa Lavender. Saya malu lah sama tetangga saya yang notabene toko kelontong kalau penuh lalat
  2. Makan dengan makanan kering (saat ini entah merek apa 20 kg harga Rp. 425.000. Habis dalam 1 bulan). Semua dapat jatah 1 piring sambal. Supaya kenyang saya selingi dengan sup ikan alias ikan direbus dengan banyak air. Pelit bin memprihatinkan ? Bodo. Sini kan ga minta sumbangan sama situ pakek instagram wekk. Selama mereka makan saya selalu pantau sambil terus seperti kitiran. Saya tahu yang mengalami perubahan nafsu makan. Segeralah saya sogok dengan makanan basah hahaha
  3. Untuk yang baru diambil menjalani isolasi di kandang 1 hari untuk memantau fesesnya. Pemberian obat cacing setelah 1×24 jam. Kepromec untuk selesaikan kutu. Kalau sampai kucing yang ditolong ini adalah base camp kutu maka saya biasanya memberikan Frontline karena Kepromec lebih lambat cara kerjanya. Kepromec ini saya beli di Nicko Nicko Pet Shop. 1 botol harga Rp. 30.000. Jamur, kutu ya kepromec andalah saya. Oh iya obat cacing andalan adalah Arbenworm (terakhir beli Rp. 26.000) Ko Awi dari Nicko Nicko bener. COmbantrin jatuhnya lebih mahal kalau untuk pasukan 1 kompi
  4. Saya tidak pernah lagi kecentilan memandikan kucing. Selain karena tidak ada waktu, saya tidak tega juga menambah stress mereka *ngeles*. Ali dan NickiNicki tidak saya mandikan karena sudah cukup penderitaan mereka suntik ini itu plus pola makan yang harus basah (percayalah kucing sehat muak dengan makanan basah sama seperti kita yang harus tiap hari makan bubur sekalipun itu bubur ayam Cikini)
  5. Untuk anak kucing atau kucing yang sedang sakit, cara saya merawat memang agak ekstra. Yaitu dengan makanan basah ? Whiskas… kalau ada duit.. kalau cekak princess aja dihaluskan (1 kaleng Rp. 26.000, bandingkan dengan Whiskas sebungkus kecil 5 rb perak) tak lupa campur air dan SUSU SGM LLM. Helooo marketing manager of SGM LLM ? don’t you wish to endorse me ? I can say thousand of good things of your product *kiss kiss* Begitu mencret (biasanya karena cuaca hujan seperti sekarang) saya menghentikan susu dulu karena beresiko membuat mereka tambah mencret. Say hello to Norit. Hehe palingan 1 tube 9 ribu lah di Apotik Sehati Depok

Siang :

  1. Makan pagi boleh nambah, siang sekedarnya. Tapi jujur ya kalau hujan dan suhu dingin begini, mending saya obral makanan dan mereka puas makan sampai kenyang daripada tiba-tiba saya harus lihat tidak suka makan dan besoknya mati. Jantung saya masih satu.. Hati saya masih sedih setiap kali dikabari Klinik Hewan Depok kalau kucing saya mati karena virus.
  2. Diantara pagi ke siang saya mondar mandir membalik-balikkan pasir, membersihkan semua kekacauan entah itu kertas, bola, sampai air hasil mereka bermain dengan Goofy.

Malam :

  1. Jam 6 paling lambat sudah makan dan jam 8 (sejak musim hujan ini) semua masuk ke kandang berdua dua (terinspirasi Nabi Nuh di bahteranya #halah). Di dalam kandang tersebut saya sudah menyediakan air minum dan kotak pasir. Dari situ saya bisa tahu siapa yang cacingan, siapa yang ada gangguan pencernaan (feses ada darah – hello amoxilinnn).
  2. Gara-gara musim hujan, ruangan tidur mereka sekarang dipasangi lampu LED. Lampu LED walau cuma 7 watt itu kasih efek panas loh (buat kucing sih efek hangat, padahal saya sebagai manusia tahan sumuk yang berada di ruangan itu kegerahan)

Dan lain – lain :

  1. Saya tidak punya tips mengurus kucing sedang hamil, apalagi tips mengurus kucing melahirkan. Semua saya steril tepat pada waktunya. Saya juga memvaksin kucing. Buyung hanya 1 minggu sebelum jadwal divaksin mati dan saya benar-benar tidak bisa memaafkan diri saya ketika itu.
  2. Kalau ada ijazah, bolehlah saya mendapatkan nilai A untuk toilet training. Semua anak kucing yang baru datang selalu saya latih pipis dan buang air besar di bak pasir. Saya juga memastikan semua bak pasir bersih supaya mereka nyaman di toilet. Well gw sendiri aja bisa nahan pipis di Cengkareng karena toilet jorok dan baru pipis di Juanda koq. 
  3. Kucing pilek ? Say hello to morning sunshine… Jemur 10 menit. ingus encer tinggal lap. Tentu saja ketemu amoxilin. Kotak obat saya sendiri lengkapnya di sini.
  4. Kucing luka atau mainan jahitan operasi ? hahahaha selamat merasakan obat merah cina. hahahaha
  5. Ternyata saya baru saja mendapat pengalaman induk kucing dengan anak berusia 1 bulan 1 minggu. Dua induk ini belum divaksin. akhirnya mati karena virus dan disusul satu per satu anaknya. Dari 8 anak yang sampai sekarang bertahan selama 2 minggu di tempat saya tinggal 4. Oh iya induk kucing belum tentu mau mengurus anaknya. Ini yang merepotkan. Dia tidak mau menyusui maka otomatis anak-anaknya menjadi lebih rentan.
  6. Merawat kucing ketika musim hujan lebih menantang. Saya sendiri memindahkan kucing ke ruang kerja saya karena musim hujan. Semua saya letakkan dalam kandang sehingga bisa terpantau fesesnya. Biasanya mencret. Kalau belum vaksin beresiko terkena panleukopenia sedangkan kalau sudah vaksin, untuk diare bisa ditangani dengan norit saja. Makanan juga jadi hangat supaya nyaman di perut
  7. Merawat kucing ketika hujan : pasir basah susah kering sehingga cukup boros pemakaian pasir. Hiks hiks.
  8. Merawat induk kucing yang beranak ga ada lucu-lucunya. Induk kucing belum tentu mengurus dan berakhir drama. Itu yang saya alami sendiri : 2 induk dan 8 anak kucing akhirnya yang selamat 4 anak kucing. Silakan menikmati gambar-gambar yang saya buat sepanjang mengurus kucing

This slideshow requires JavaScript.

Tambahan menyusul ya..

8 thoughts on “Merawat Kucing versi Vivi

  1. Tanya dong kalau pake kepromec itu berapa hari berturut2 ya? Kucing saya main di luar trus jadi ada kutu, nggak terlalu banyak sih, takutnya ada parasit juga. Sejauh ini pakai kepromec ampuh gak? Ceritain dong pengalamannya?

    1. maaf ya balasnya lama sekali. kepromec mempan kalau kutu di kuping, kalau kutu di tubuh saya suntik pas ada baksos steril​

  2. Apa bisa air minum bubu dicampur pake em4 cokelat? Saya pernah privat khusus peternakan dan disitu dikatain kalo semua air ternak diberi cairan em4 supaya pencernaan dan kotoran tidak terlalu bau menyengat. Apa boleh em4 digunakan untuk si bubu? Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s