brownies Rp. 85.000 ukuran loyang 20x20 cm.

Di Balik Sepotong Brownies : Ulasan Kue dan Kisah di Belakang Usaha Rumahan

Apalah pentingnya sebuah brownies tapi toh makanan yang pernah membuat Meriam Belina jualan (sebelum jadi peliharaan seseorang) masih populer sampai sekarang. Saya selalu menikmati pembuatan kue kering, bolu (ok let me be honest to you I prefer using ‘cake’ instead of ‘bolu’ but at the same time I am trying my best to use correct grammar and words in Indonesian language.. so here I am.. type ‘bolu’), dan kue basah lainnya walaupun cuma sekedar lumpur. Beberapa tahun yang lalu saya bahkan menulis soal mixer impian. Bahkan sebelum orang memuja berbagai toko kue, saya sudah menulis perihal Seven Grain. Tidak lebih dan tidak kurang karena memang saya terbiasa membantu ibu membuat kue (yang benar). Kami membuat kue bukan cuma di hari besar tertentu tapi bisa dua kali atau seminggu sekali.

Sebenarnya itu sudah indikasi bahwa saya suka makanan manis ya. Bahkan saya terbiasa melewatkan makan malam karena perut sudah penuh dengan bolu gula merah ketika jam minum teh (oh ya, di keluarga saya memang selalu ada jam minum kopi sore. Setelah bapak meninggal dan ibu pindah ke kota lain saya masih melaksanakan ritual tersebut.. sendirian.. Ya namanya juga hidup ya..tidak ada yang selamanya #curcol). Ketika trend kue bergerak ke berbagai arah dari bolu merah marun (red velvet cake) sampai bolu pelangi (rainbow cake) termasuk bolu keju alias cheese cake, saya tidak serta merta kagum, terpesona lalu jadi pemuja setia (baca : pemakan setia). Saya tidak pernah begitu saja kagum dengan penampilan. Apalagi penggunaan fondant yang makk itu gula buatan yang sebenarnya terlalu manis untuk manis.

Saya pasti menguji tekstur dan rasa kue. Saya sebenarnya tahu persis bakery besar yang memang bisa menjual bolu entah itu bolu hutan hitam (black forest cake) ataupun bolu buah (fruit cake) dalam partai besar mengakali adonan rotinya. Selama tampilannya menarik, harga murah (contoh : harga bolu hutan hitam 2015 dilepas di Majestic Depok mulai dari Rp. 100.000), dan selalu tersedia, orang pasti berduyun-duyun membeli. Di Elud Cake Depok bahkan saya memperoleh kue pelangi kotak ukuran 20 cm x 20 cm dengan 6 lapisan lengkap dengan gambar Nemo seharga Rp. 170.000.

This slideshow requires JavaScript.

Saya paham jika orang Indonesia pada umumnya sudah langsung sembah sujud jika saya membawa kue apapun dari Harvest Cake. Jangankan jika orang tersebut hidup nun jauh di seberang pulau Jawa dengan asap dari hutan di mana mana, yang tinggal nempel di Jakarta saja bahagia koq. Namun saya tidak pernah coba-coba bawa bolu seperti itu untuk oleh-oleh ibu atau tante saya. Mereka, seperti saya, akan langsung menembus lapisan-lapisan krim, warna kue, dan dekorasi lalu menuju ke lapisan adonan bolu sambil berkomentar : tekstur halusnya tidak wajar isi pengembang doang / ini cake terlalu kasar mau hemat telur apah ?

Bicara bisnis apalagi industri, idealisme memang harus ditaruh paling bawah jika ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Tapi saya sebagai penikmat bolu yang tidak memiliki perlengkapan membuat kue toh masih memiliki kesempatan menikmati bolu yang sesuai standar saya. Berawal dari kebutuhan si ibu untuk mensteril kucingnya, saya malah jadi pesan kue beberapa kali kepada Chesar Catering. Kebetulan kami sama-sama tinggal di Depok. Browniesnya enak. Ini bukan masalah hiasan di atasnya ya. Saya tahu di Twitter ada penjual brownies yang cukup hits dengan variasi nutella, milo, kitkat dan sebagainya. Semua orang memuji bahwa brownies tersebut enak. Saya sampai sekarang belum tertarik untuk memesan. Selain karena untuk memesan harus menunggu sampai 2 bulan lebih, saya ingin memberdayakan usaha kecil terutama usaha kue di Depok dulu. Banyak sebenarnya ibu-ibu yang menjual kue atau brownies di Depok dengan enak hanya mengandalkan BBM. Yoi BBM. Cukup gonta ganti status atau display picture, orang akan memantau news feed karena BBM for Android tidak bisa mematikan news feed sehingga itu keuntungan bagi para penjual online. Mereka mungkin tidak punya twitter dan teman-teman buzzer untuk merekomendasikan makanan mereka, tapi pelan tapi pasti semua orang pasti memiliki pasarnya sendiri.

This slideshow requires JavaScript.

Yang jelas usaha rumahan seperti Chesar Catering memang tidak bisa menjual harga semurah Elud Cake ataupun Majestic. Belum lagi susahnya mencari pegawai untuk membantu usaha mereka. Segala sesuatu harus dikerjakan sendiri. Dari pemasaran, pengantaran sampai proses memasak. Padahal orang-orang ini adalah ibu rumah tangga yang juga memiliki tanggung jawab mengurus suami dan anak-anak. Belum lagi harus berhadapan dengan barisan ibu-ibu Muslim Idealis yang merasa perlu ada sertifikat halal resmi dari MUI. Orang-orang seperti ini yang membuat usaha makanan kelas rumahan seringkali mengurut dada. Rasa penasaran saya bagaimana supaya Chesar ini bisa berkembang seperti Holycow atau membat saya sebenarnya ingin menghadiri acara QM Financial hari Rabu depan soal bagaimana membuat usaha menjadi besar. Biayanya sebenarnya cuma Rp. 250.000 tapi kalau memang lagi tidak punya uang segala sesuatu menjadi rumit.

Kembali ke Chesar Catering. Browniesnya tepat. Iya tepat karena membuat kue soal perhitungan. Hitungan tepat menghasilkan rasa enak yang sesungguhnya. Segala tambahan entah itu oreo, kitkat atau silver queen yang ditawarkan kebanyakan lapak martabak dan penjual brownies sebenarnya hanyalah untuk memenuhi pasar. Orang lupa mikir nutella atau toblerone dioles di stang motor juga tetap enak kalau tega jilatnya. Sementara brownies Chesar Catering teruji. Lihat saya dengan sengaja minta keju diparut biasa tanpa dibakar karena standar enak saya ada di kuenya bukan di tambahannya. Begitu juga cheese sticknya. Ini cheese stick yang benar. Tidak diakali garam ataupun masako atau penambahan tepung yang berlebihan demi menghemat keju. Lalu arem-aremnya. Ada tambahan putih telur di luar lontongnya sehingga tampilan terlihat rapi. Muah muah. Bagi orang Depok yang tertarik silakan hubungi Chesar Catering 021.4006.0002 / 0888.0101.0146

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s