sepatu..brapa pasang? ga puluhan koq :)

Tulisan di bawah ini soal sepatu saya tulis tahun 2009. Enam tahun berjalan saya menjadi loyal dengan merek bettina, austin, sepatu dansa bikinan pak Jamil dan apapun sepatu karet yang sedang didiskon di Sports Warehouse.

This slideshow requires JavaScript.

Sudah lama sebenarnya aku ingin mendokumentasikan koleksi sepatuku. Sekedar untuk tahu sebenarnya ada berapa pasang yang kumiliki. Untuk urusan sepatu, aku penuh pertimbangan, karena aku hanya akan membeli alas kaki sampai hancur dan habis-habisan . Ini tentu saja setelah melalui berbagai macam pengalaman membeli sepatu, akhirnya aku tahu mana yang baik, mana yang hanya terlihat bagus tapi menyiksa, ataupun terlihat nyaman tapi ga enak jg. Sepatu kerjaku hampir dipastikan harus yang trepes dan nyaman untuk bergerak cepat. Maka dua sepatu inilah yang selalu kuandalkan menggantikan leluhur-leluhurnya yang telah dulu pergi (karena sudah benar-benar hancur lebur menahan kecepatan bergerak si pengguna)

Karena aku pengendara motor, praktis sepatuku untuk jalan-jalan adalah sepatu yang tertutup. Ada satu sepatu sandal yang dibelikan ibuku sehingga sesekali aku bisa menunjukkan cat kuku kakiku . Sepatu boot merah sebenarnya adalah pengembangan sepatu dansa pria. Aku memesannya di Glodok sebelum toko sepatu itu habis terbakar. Pemilik toko sengaja membuatkan warna cream untuk anak perempuannya, lalu aku pun ikut latah memesan warna merah karena memang aku selalu suka sepatu boot. Sepatu karet warna biru donker? ah rasanya tidak bisa hidup tanpa memiliki sepatu karet . Sepatu ini menggantikan dua sepatu karet sebelumnya yang berwarna merah maroon dan oranye.

Berikutnya adalah kelompok sepatu (dan sandal) untuk ke pesta dan gereja. Termasuk  yang jarang dipakai beberapa tahun terakhir ini karena sudah tidak naik turun mobil lagi setiap kali ke gereja . Sepatu hitam kubeli karena harus menjadi pengiring pengantin, sendal merah pernah nyaris dibeli calon pengantin untuk acara lamaran, dan sandal hitam adalah warisan dari ibu. Ketiga alas kaki ini lah yang biasa kupakai untuk acara resmi sejak tahun 2002.

 Nah kelompok terakhir adalah sepatu dansa (yang kadang kusalahgunakan untuk lari ke acara pesta). Sepatu-sepatu hak tinggi ini saja yang nyaman kupakai dimana saja kapan saja. Pengalaman membeli sepatu hak tinggi diluar sepatu dansa selalu saja mengecewakan.  Ternyata koleksi sepatuku tidak terlalu banyak berputar-putar dengan yang itu saja, dan mungkin baru diganti setahun atau dua tahun yang akan datang

3 thoughts on “sepatu..brapa pasang? ga puluhan koq :)

    1. iyah demi ketenangan hati memang perlu memastikan tampil paripurna antara baju dan sepatu ehekehehehehe *lalu terbayang adidas 50 warna yg terbaru*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s