klik foto ini untuk tahu cerita lengkapnya

Mengejar Idola ke Kupang

Saya ingat ketika saya remaja, orang tua saya melarang memasang poster artis di kamar karena buat orang tua saya artis tidak layak jadi idola. Beberapa tahun kemudian saya tidak berani memiliki idola. Setiap kali saya mengagumi seseorang, saya akhirnya sadar orang tersebut manusia biasa dengan banyak kekurangan. Sampai suatu ketika saya tidak sengaja menonton TV. Itu lah saya pertama kali melihat sosok Pak Budi dan Ibu Roslin. Saya ingat saya terharu sendirian di kamar kost melihat Pak Budi menerima CNN Heroes di tahun 2009. Saya pun mulai banyak mencari tahu seputar Pak Budi dan Roslin Orphanage. Sejak 2009 saya selalu rutin melihat website mereka yang masih sederhana dan mengikuti perkembangan mereka.

klik foto ini untuk tahu cerita lengkapnya
tepat pada waktunya saya akan bertemu mereka

Saya mengagumi Pak Budi dan Ibu Roslin dari jauh. Bahkan sampai ketika saya akan menikah saya justru membayangkan untuk berbulan madu ke sana menjadi sukarelawan. Namun toh rencana bulan madu itu saya kubur rapat-rapat sampai… saya membaca soal kesempatan memperoleh tiket gratis ke mana saja dari tulisan Indri Juwono. Saya sebenarnya sempat ragu. Ah paling ini ada syarat dan ketentuan berlaku yang ditulis dengan huruf mikro. Tidak lama Fahmi pun menulis hal yang sama.

Saya akhirnya bilang ke diri saya sendiri : kalau bisa unduh apps Traveloka dan cukup di memori hp ya sudah hayuh lanjutkan. Ternyata cukup loh. FYI, hp saya Lenovo 820. Biasalah warisan dari suami. Kapasitas memori yang terbatas dan dengan segala kekurangannya tapi masih bisa untuk kirim email, menggunakan Kingsoft office, foto, kirim pesan lainnya dan menahan derita dengan berulang kali jatuh. Saya sebenarnya sudah diingatkan untuk tidak menambah aplikasi lain karena takut hape nge-lack dan penuh tapi kali ini tidak terjadi ketika saya memasang apps Traveloka. Hore!!! Seneng banget melihat apps ini nangkring di hp. Berasa agen tiket 😀

Tahap berikutnya mencoba apps Traveloka. Terus terang saya rada ga percaya sama apps Traveloka. Ah paling lemot. Paling masih ada bug dsb dst. Jadi saya buka dulu dari komputer untuk sekedar mengecek harga pesawat dan hotel. Kemudian saya membaca di komputer kalau di apps harga lebih hotel lebih murah. Hhmm saya pun segera mencoba di HP. Ini pun saya agak ketar-ketir takut hape saya mogok dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Eh lancar jaya aja gitu dong. Suwer terharu banget. Tahukan apps yang sangking mau sophisticated malah berat dan pengen banting HP ? Ini ga terjadi di apps Traveloka. Titip salam ya sama tim developernya. Muah muah I lov u full. Ngerti perasaan pengguna ponsel (yang ga) pintar (pintar amat).

Saya teringat dengan mimpi saya untuk bertemu Pak Budi dan Ibu Roslin. Saya pun langsung memilih penerbangan ke Kupang. Saya mau lakukan apa saja di sana ? Banyak yang bisa saya tawarkan, selain membuat website rosline orphanage yang lebih menarik (rangkul erat Ramot yang memang jago urusan ini), saya siap melakukan banyak hal dari memberi makan, masak, mengajar kecuali.. cukur rambut. Saya juga siap membawa berbagai macam bibit buah naga dari yang memang cocok untuk tanah di sana, perlengkapan sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru, ataupun kebutuhan bayi untuk di Panti Asuhan Roslyn ini.

di apps Traveloka ini saya pun mencoba mencari tiket pesawat ke Kupang dan juga penginapannya. Dimulai dari cari tiket pesawatnya ya. Keberangkatan Senin 6 Juli dan kembali ke Jakarta 9 Juli. Langkah-langkahnya sederhana dan kalendernya dilengkapi dengan libur Nasional loh. Sangat menolong banget jadi ga harus repot cari kalender untuk memastikan segala hari kejepit dsb.

This slideshow requires JavaScript.

Ternyata harga tiket akhirnya lebih murah daripada yang dicantumkan *bahagia*. Oh ya kalau harga tiket ini menjulang tinggi harap dimaklumi saja. Tanggal yang saya pilih memang menjelang Lebaran.. Selanjutnya saya memilih penginapan. Ini antisipasi jika saya tidak bisa menggunakan guest house di Roslin Orphanage. Di luar bayangan saya, pilihan di Traveloka cukup banyak loh untuk di Kupang. Saya kemudian memilih hotel Sylvia ini karena banyak komentar positif dan fotonya terpampang nyata.

This slideshow requires JavaScript.

Wih selesai mencoba apps Traveloka ini saya merasa sudah siap berangkat ke Kupang. Melihat Ibu Roslin dari dekat. Saya tahu saya bisa belajar banyak dari beliau yang telah memulai sebuah pertolongan sederhana ketika Timor Leste merdeka. Belajar dari staf bahkan dari anak-anak di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s