Kilas Balik 2015 : Soal Lapak

Saya biasanya menulis soal apa yang targetkan di tahun berikutnya di penghujung tahun seperti ini. Kali ini saya mau menulis beberapa kilas balik. Kepikirannya soal make up (eeaa kenapa ini yang ditulis duluan ya), manajemen emosi dan soal dagangan. Mari membahas soal dagangan dan inpestasi (ciyeh pipih inpestasih.. harga belanjaan aja ga pernah hapal)

PINDAHAN

2015 ini lapak berjuang. Benar-benar berjuang untuk bertahan hidup karena kondisi ekonomi melesu dan dimeriahkan Gojek yang meluncurkan Gobox. Gojek (tentu saja mempengaruhi dengan brand image Gobox) muncul dengan strategi promosi yang menyentuh sisi manusiawi dan yang terbaru dibela Presiden Joko Widodo. Saya dengan strategi promosi pas-pasan (helo budget terbatas terus mau gimana lagi) dibela oleh… Yesus Kristus.. Sesungguhnya ini menjadi pertanyaan terbesar saya kepada Tuhan. Usaha ini berjalan bertahun-tahun tanpa pertumbuhan yang mengembirakan. Apa sebenarnya yang Tuhan sedang ingin ajarkan kepada saya? *loh koq jadi religius gini* **benerin kerudung ala ortodoks dulu** Satu hal yang saya tahu semua yang bekerja bersama saya mendapat cipratan rejeki.

PERTAMINI

Urusan pindahan lewat, sekarang mari membahas soal Pertamini. Sebenarnya Pertamini ini bukan milik saya. Tadinya ketika di Kedondong, Pertamini laku keras. Di tempat yang baru sepi. Semata-mata karena saya baru bisa jualan dari jam 6 sore sampai jam 10 malam. Mengapa koq malam sekali? Karena saya menghormati yang sudah lama jualan menggunakan botolan tepat di seberang saya. Bisa saja saya buka di jam yang sama, hadap-hadapan, head to head ala Gojek dan penirunya. Namun itu bukan gaya saya. Saya tidak haus uang. Saya hanya tidak suka jika barang yang sudah dibeli mengganggur tak berguna.

gojek pet
Ibu Gojek siap antar kucing untuk diadopsi. Pertamini ketika di Kedondong

Buka jualan Pertamini di malam hari membuat saya produktif menulis. Sambil menunggu pelanggan yang cuma ada satu dua transaksi, pengisi waktu luang adalah menulis di blog. Namun bukan saya jika hanya pasrah dengan transaksi yang lesu dalam bidang jualan bensin. Saya berpikir untuk menggeser Pertamini lebih ke depan untuk dilihat orang dan membuat orang menjadi lebih nyaman membeli karena tidak harus melihat Boy yang menggonggong brutal (yak maklum namanya juga anak satpam yakk)

RESTO

Ca e lah. Belaga banget yak. Sebenarnya ini cuma warung mungil. Mereka adalah suami istri yang pindah ke Kedondong di pertengahan tahun 2015 karena tergusur dari jalan Juanda. Saya masih ingat Bu Yati menangis di gubuk mereka tepat di seberang saya tinggal. Perkenalan saya dengan mereka terjadi karena mereka mengambil listrik dari tempat saya. Mereka menempati bekas gudang kelapa tepat di pinggir jalan. Saya berdoa untuk mereka tapi otak sok-sial saya sibuk mencari cara untuk membantu. Terkumpullah uang satu juta rupiah patungan antara saya dan teman. Mereka pun mulai mencoba jualan.. Anak mereka yang sudah terlalu semangat bersekolah akhirnya menjadi murid pertama home schooling saya haha. Biayanya dibuat seterjangkau mungkin untuk Bu Yati dan Pak Yanto. Rp. 50.000 sebulan tanpa uang seragam ataupun uang pendaftaran. 

Saya tahu gabungan talenta observasi dan marketing saya cukup bagus untuk dimanfaatkan ke promosi warung mereka. Saya sendiri yang keliling mempromosikan sampel nasi goreng mereka ke deretan pemilik toko ubin dan frame di Margonda. Mereka dengan pongah menerimanya. Namun bukan sekali ini saya dipandang sebelah mata. Saya pernah ditolak-tolak ketika menyebar brosur pindahan di depan Kubah Mas Cinere. 5 bulan buka di Kedondong mereka harus segera pindah karena digusur PT. KAI. Kami segera rembukan mengulurkan tangan. Puji Tuhan ada tempat over kontrak di H. Imin Beji. Penjualan pun jauh lebih baik. Return of Investment memang belum seutuhnya kembali tapi saya bersyukur bisa berbuat sesuatu selain doa.

 

 

One thought on “Kilas Balik 2015 : Soal Lapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s