Pertama Kali : Pelabuhan Sunda Kelapa

Memasukkan kata kunci ‘pelabuhan sunda kelapa’ beresiko kesasar ke belakang apartemen Pluit View yang mana itu adalah gudang ikan beku. Jadi masukkan kata kunci ‘sunda kelapa harbour‘ demi perjalanan yang lebih ringkas. Itu saja sih inti tulisan ini hahaha.

apartemen pluit view

Pelabuhan Sunda Kelapa sebenarnya cocok dimasukkan ke dalam bagian tulisan saya mengenai Jakarta Kota Tua yang tidak bergeming dari posisi ‘draft’. Maksud hati menulis secara mendalam dan lengkap, ujung-ujungnya tak pernah terbit. Jadi sudahlah mari menulis Pelabuhan Sunda Kelapa ini terlebih dahulu. Sama seperti Kota Tua Tangerang, saya ingin mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa sejak… 2004.. artinya saya menunggu bertahun-tahun baru kemudian semesta mendukung dan saya mendarat di sini.

Sebenarnya tidak ada rencana ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Awalnya malah mau ke Pasar Ular Permai untuk iseng mencari keramik-keramik mungil. Namun Pasar Ular Permai tutup karena tahun baru jadi daripada tidak ada kerjaan iseng aja ke Pelabuhan Sunda Kelapa

Jika datang dari Ancol memang bisa dipastikan akan terlewat pintu masuk utama Pelabuhan Sunda Kelapa. Baru jika datang dari Museum Bahari bisa terlihat pintu besar menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Saya baru tahu ternyata kantor kelurahan Ancol berada di dalam area ini juga. Sebenarnya ke Pelabuhan Sunda Kelapa ini seperti melihat deretan bis di terminal. Yang menarik adalah ini deretan kapal pengantar kebutuhan antar pulau. Kapal besar dengan layar lebar dan jangkar yang bisa untuk merubuhkan rumah. Ternyata kayu yang digunakan adalah kayu ulin. Saya pikir kayu jati. Dengan rencana reklamasi, Pelabuhan Sunda Kelapa akan menjadi salah satu cagar budaya yang dikorbankan. Hore! Tidak akan ada lagi jejak pelabuhan sejak 8 abad silam. Indonesia gitu loh. Nangis bombay developer-senin-harga-naik tanpa reklamasi sekalipun masih banyak penduduk yang membutuhkan kapal-kapal ini untuk mengangkut keperluan antar pulau 🙂

Datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa tepat tanggal 1 Januari adalah waktu yang tepat karena lokasi sangat sepi. Bisa untuk olahraga sore sebenarnya berlari dari parkiran sampai ke bibir laut. Sayang cuma pakai sandal jepit *alasan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s