3 Kado Natal Tak Terduga yang Berguna

Saya merasa tidak perlu menutupi kenyataan bahwa menulis adalah obat kesepian saya. Apa lo apa lo apa lo. Emang orang penyendiri ga bisa kesepian? Hah? Hah? Hah? Jadilah saya antara mencari topik tulisan dan mencoba melihat banyak hal yang bisa saya syukuri daripada meratapi hal yang tidak bisa saya miliki #tsah. Kali ini saya mau bahas tiga benda yang tidak pernah saya bayangkan eh ternyata berdaya guna.

  • Sepatu Karet.

Saya selalu punya sepatu olahraga sepanjang saya mengingat masa hidup. Sampai kemudian sepatu yang saya beli di tahun 2008 menyerah di tahun 2015. Sepatu yang menjadi saksi bisu perjalanan saya baik berlari maupun naik motor. Sepatu penggantinya sangat tidak nyaman sehingga saya berikan kepada pemulung. di akhir 2015 itu saya berjanji pada diri saya, tidak lagi beli sepatu murah. Saya sebenarnya memang jarang beli sepatu. 1 sepatu pesta saya sudah saya pakai sejak.. 2001. Tidak bermerk. Dibuat tangan oleh pengrajin Minang yang tinggal di Cipinang dengan merek Rapillo. Namun 2014 karena segalanya serba terbatas, saya cuma beli sepatu yang saya sanggup beli dan itu rasanya sakit..

Nah entah bagaimana sahabat SMA saya menghubungi partner lalu tiba-tiba menanyakan saya pilih sepatu yang mana. Saya sendiri langsung jawab tanpa sempat bertanya memang ada apa. Sahabat saya ini beralasan bahwa sepatu ini penting supaya saya mau menemani dia berolahraga di UI. Tantangan diterima, pelaksanaan masih entah kapan. Yang jelas, sepatu ini telah melintas kotamadya Jakarta, Depok, Kediri, Malang, dan Blitar. Mungkin saya terpikir membuat perjalanan sepatu ini ke setiap kota baru yang saya jejakkan.

kado natal

  • Gelas Sake

Sebenarnya bukan saya yang dapat, tapi partner. Oleh-oleh dari temannya yang baru pulang dari Jepang. Ketika saya memperoleh benda ini, saya langsung putar otak, bagaimana cara agar benda ini berdaya guna. Mau rutin stok Pu Tau supaya gelas ini berdaya (anggur putih produksi Tangerang) tapi tidak punya kulkas. Akhirnya hanya tergeletak sampai kemudian saya membeli beauty blender dari Masami Sauko. Jika sudah dibersihkan dan masih lembap, saya tidak bisa langsung memasukkan ke kotak plastiknya. Gelas sake ini menjadi penyelamat. Beauty blender bisa menancap dengan sempurna sampai kering baru kemudian saya masukkan ke kotak *hehehe sebenarnya akhir-akhir ini beauty blender jarang masuk kembali ke kotak plastik karena saya lagi doyan pakai beauty blender (ulasan menyusul ya)

kado natal masami

  • Body Lotion

Ini juga pemberian teman Ramot. Ketika benda ini ditawarkan saya tidak ujug-ujug aji mumpung dan mengambil. Saya cuma duduk manis tidak beranjak. Tubuh, jiwa, dan roh saya sangat kompak untuk urusan tidak minta-minta ini. Itu sebabnya, saya tidak melihat pendapatan Ramot sebagai milik saya. Kalau dia ingat transfer ya saya pergunakan, kalau tidak saya pantang minta. Nah ketika akhirnya body lotion ini diberikan kepada saya pribadi baru saya simpan dan mulai coba. Kebetulan memang body lotion saya habis. Saya sangat suka desainnya. Motif natal selalu memberikan sensasi sentimentil mendadak romantis buat saya. Warnanya biru. Bukan favorit saya tapi ternyata baunya enakkkk. Sama seperti beauty blender, saya sering kecentilan memakai ini sekalipun sehari-harinya saya hanya di rumah sendirian tanpa ada yang menghirup bau tubuh saya hahaha.

kado natal 2015

Semua tiga barang ini sampai sekarang tidak pernah saya cek berapa harganya di pasaran. Saya tidak mau menilai rasa bersyukur saya dari harga barang ini. Saya bersyukur saya memperoleh barang yang tidak berani saya pikirkan untuk saya miliki ternyata disediakan Tuhan 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s