Mencoba Aplikasi Apotik Online Indonesia

Atas inisiatif saya sendiri setelah dari Job Fair, plus sebuah artikel Klass di Kompas, saya mencoba beberapa aplikasi penyedia jasa kesehatan. Awalnya saya tidak tertarik karena saya pikir apa yang dikerjakan salah satu partisipan Job Fair UGM tersebut (PT Harmonix Teknologi Peentar, red.) bersifat B to B (business to business, red.) bukan menargetkan end user. Namun saya akhirnya mengintip dan mencoba aplikasi tersebut yang ada di Google Play Store. Ini bukan seperti aplikasi freeletics yang saya unduh tapi baru saya laksanakan 1 kali ya. Untuk orang awam aplikasi apotik dan teman-temannya ini mirip Lazada cuma spesifik untuk obat dan jasa tenaga kesehatan.

Aplikasi yang saya jadikan target percobaan adalah sebagai berikut :

  1. Apotik Antar
  2. Century (karena kebetulan saya sudah member di apotik ini)
  3. K24 (yang disarankan oleh GooglePlay)
  4. ApotekMart (yang juga disarankan GooglePlay)
aplikasi ini dicobakan di Xiaomi Mi4
aplikasi ini dicobakan di Xiaomi Mi4

Sebelum memulai pencarian obat, tentu kita harus mengunduh satu per satu aplikasi ini kan. Dari sini saya jadi bisa tahu pembuat aplikasi tersebut

Mari kita mulai dari perusahaan pembuat aplikasi ini :

  1. K24 dibuat sendiri oleh jaringan K24 yang berbasis di Jogja
  2. Century dibuat oleh PT. Unictive Media Indonesia. Apakah kebetulan saja namanya mirip dengan jaringan berita Surya Paloh?
  3. Apotekmart menggarap sendiri
  4. Apotik Antar menurut saya yang paling menarik. Mencantumkan bahwa pembuat aplikasi ini adalah sebuah startup PT. Polinasi Iddea Investama, maka jika ditelusuri lebih mendalam PT Polinasi Iddea Investama ini dinaungi Mensa Group. Ga kenal Menjangan Sakti yang sudah beroperasi sejak 1975 dengan tampilan website ala 90an mengindikasikan anda kurang banyak baca SWA 🙂

 

Mari membandingkan tampilan awal :

  1. Century belum apa-apa sudah minta email. Saya tidak suka aplikasi yang belum apa-apa sudah minta email untuk register. Kadang orang kan mau lihat-lihat dulu baru komitmen. Century juga lupa bahwa saya member sejak 2009. Sesusah itu kah mendaftar menggunakan nomor kartu? *banting kartu*
  2. K24 langsung ke inti masalah. Persis seperti kita datang ke toko obat Sehati di Jalan Arief Rahman Hakim Depok. Tanya obat yang mereknya kita tahu persis atau tanya kira-kira obat batuk yang ampuh apa.
  3. ApotikAntar juga seperti K24 tapi pakai intro dua slide gambar yang memang tidak saya cantumkan di atas.
  4. ApotikMart juga menggunakan strategi yang sama seperti K24 dan ApotikAntar. Yang menjemukan tentu saja banner promosi yang terlihat dibuat oleh staf saya alias norak.

Berikutnya untuk memperoleh perlakuan yang sama, 4 aplikasi apotik online sama-sama saya tanyakan mengenai ketersediaan Vernacel. Ini adalah obat untuk mata saya jika kambuh iritasi. Sehari-harinya saya hanya membeli obat ini di Century, selain jatuhnya lebih murah karena saya punya kartu anggota, saya tidak mau buang-buang waktu menanyakan apotik lain yang jawabannya tidak konsisten : kadang ada, seringan ga ada. Sementara biasanya saya sering mencari obat ini dalam keadaan darurat : Harus segera ditetes sebelum saya menahan kesakitan.

  • Century sudah saya abaikan karena saya tidak tertarik memasukkan email
  • K24 tersedia tapi minimal pembelian 50 ribu jadi saya memasukkan 2 Vernacel untuk menggenapi minimal pembelian. K24 sama seperti ApotikAntar tidak bisa menjamin harga akan sama di tiap apotik. Pengambilan bisa pilih antara ambil ke klinik atau diantar (gratis). Pembayaran juga bisa kartu kredit (standar saya mengukur sebuah online shop adalah ketersediaan kartu kredit, kalau masih modal transfer-transfer buat saya itu masih kelas gurem). Di aplikasi K24 ini saya jadi menyediakan waktu lama untuk lihat sini situ.
  • ApotikAntar bisa menyediakan tapi saya langsung naik pitam dengan syarat dan ketentuan berlaku yang dibuat: harga tiap apotik berbeda plus harga pengiriman tergantung Gojek. Yah bagaimana itu namanya saya kena jebakan betmen dong? Maklum jika anda memantau Gojek, sudah banyak yang protes karena ada selisih harga antara harga yang dicantumkan di apps dengan yang ditagihkan. Bedanya K24 dengan ApotikAntar : K24 tidak memaksakan untuk meminta email. K24 hanya menuliskan jika memasukkan email maka akan memudahkan transaksi. ApotikAntar merasa perlu memaksakan registrasi email. Sebenarnya saya tidak akan masalah memberikan email jika itu kebutuhan penting seperti membeli alas bedak yang cuma bisa didapatkan dari satu-satunya online shop yang bisa memasukkan barang dari Amerika. Namun jika saya bisa menemukan aplikasi lain yang saya bisa transaksi tanpa perlu memasukkan email PLUS TIDAK PERLU BERURUSAN DENGAN GOJEK, maka bye bye apotikAntar
minta emailnya kakakk
minta emailnya kakakk
  • Apotikmart tidak ada Vernacel. Saya pun mencoba mencari bedak Calycil di ApotikMart lalu:
apa maksudmu aku harus telpon?
apa maksudmu aku harus telpon?

Apakah pembuat aplikasi ini lupa bahwa tujuan belanja online adalah mengurangi biaya dan ramah tamah bertelpon? Kalau harus telpon-telpon juga mending sekalian saya bayari staf saya naik motor ke Apotik terdekat. Dari pernyataan di atas bisa terbaca aplikasi ini hanya mendukung Tangerang, Bogor, Jakarta. Sebenarnya belum siap mendukung daerah Depok apalagi Bekasi.

Orang awam sering melihat kesuksesan aplikasi dari berapa banyak yang mengunduh. Padahal angka tersebut perlu diperhatikan mendalam, berapa lama waktu dihabiskan ketika menggunakan aplikasi tersebut. Apakah terjadi re-purchase? Sama seperti website, bounce back is an indicator that your application is a flop. Bisa dilihat bahwa saya menyediakan waktu lebih banyak di K24 sekalipun warna dan tata letak TIDAK elegan. Percayalah kami orang awam tidak segitunya peduli dengan kekhawatiran kalian para desainer. Kami memang bisa membedakan desain mamang-mamang dengan desain profesional tapi kami sebenarnya mengunduh aplikasi semata-mata melihat ketersediaan barang.

Semua aplikasi ini baru diunduh di angka 1000. Syukurlah. Sebab jika mereka menggelontorkan biaya besar untuk marketing ala startup-pembuat-aplikasi-karya-anak-bangsa, ada kemungkinan mereka hanya menanggung derita sebab biaya marketing tidak berdampak dengan penjualan. Saya belum melihat aplikasi apotik online ini cukup berhasil menggeser keputusan membeli pelanggan dari yang cenderung datang ke toko fisik menjadi beli online kecuali ada nilai tambah lainnya seperti bisa kirim untuk orang lain (K24 sudah melakukan), pengingat untuk kembali men-stok obat yang habis, atau apapun strategi marketing lainnya.

-Sekian soal Apotik Online. Saya baru akan mencoba Century setelah ada permintaan. Silakan ada yang mau kasi saran aplikasi apotik online apalagi yang perlu saya coba? Aplikasi yang dibahas @sheggario dalam Kompas Klasika saya putuskan untuk ditulis terpisah-

3 thoughts on “Mencoba Aplikasi Apotik Online Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s