sarapan sendiri seperti hidup sehari-hari

Bersembunyi di Tiga Lima Home Stay

Saya merindukan rumah. Ada beberapa tulisan yang bernada sama tentang betapa saya selalu ingin pulang ke rumah. Namun seperti impian S2 dan liburan ke berbagai tempat, saya sudah lama BERHENTI bermimpi punya rumah. Lalu di kepadatan saya membuat laporan, saya berangkat ke Jogja. Menginap di Tiga Lima Homestay dan untuk pertama kalinya saya tidak ingin segera pergi dari tempat saya menginap. Saya ke Jogja tahun 1997, 2008, 2012 dan sekarang 2016. Di tiga tempat pertama saya sama sekali tidak memiliki kesan apa-apa. Namun Tiga Lima membuat saya ingin segera menyelesaikan urusan. Sayangnya kedatangan saya kali ini ke Jogja bukan untuk liburan jadi tidak bisa mengikuti kata hati.

Tersembunyi di seberang Pasar Demangan, saya jatuh cinta dengan Tiga Lima Homestay begitu saya tiba. Seperti pulang ke rumah yang tidak pernah saya miliki. Tahu kan jika anda menjelang pulang, ada orang rumah yang menanyakan kepada anda sudah sampai di mana dst dsb. Begitulah keramahan Tiga Lima. Saya mulai mengirimkan pesan melalui whatsapp kepada pihak Tiga Lima ( yang menjawab Agnes) untuk sekedar menanyakan sewa motor. Selanjutnya semua dijawab dengan ramah. Bukan pesan template. Di malam kedua ketika saya masih di Museum DeMata, kembali saya ditanyakan mengenai sarapan keesokan harinya

Ruangan saya tersembunyi di balik rimbun bambu. Sepertinya alam semesta tahu yang saya butuhkan dari tempat peristirahatan: Tersembunyi. Lalu ada ruang terbuka untuk sarapan dan dapur sekedar membuat kopi atau pop mie. Semuanya tertata apik. Bukan mengandalkan bangunan mewah tapi menyatukan manusia, bangunan, dan alam. Di sini saya berharap waktu berhenti, tapi justru berjalan terlalu cepat. Sesuatu yang tidak pernah lagi saya rasakan sejak 2010. Foto-foto di bawah ini sebenarnya kurang menggambarkan Tiga Lima Homestay secara keseluruhan. Begitu juga foto resmi dari Tiga Lima sendiri. Di bawah pengelolaan yang sama, Tiga Lima juga memiliki Atmosudomo tidak jauh dari Tiga Lima. Penataannya juga seperti Tiga Lima bedanya Atmosudomo untuk yang tinggal lama.

Pemesanan termurah saya dapatkan di Agoda untuk Deluxe Room. Setiap rupiah yang dikeluarkan sangat berarti di sini. Sarapannya yang benar-benar sehat dan mengenyangkan plus suasananya yang bikin : sudah liburan di Tiga Lima juga sudah bahagia

4 thoughts on “Bersembunyi di Tiga Lima Home Stay

  1. Wah tempatnya lucu jg ya. Keliatannya Jogja sekarang banyak menawarkan penginapan menarik. Mungkin udah saatnya coba tempat baru ya, secara kalo ke jogja nginepnya di tempat yang sama mulu. 😀

    1. iya lagian kan di 35 ada sewa motor, buatku ya udah mau ke mana jg bisa hehe. trus kluar dari 35 itu pasar jadi mau cari becak jg gampang

    1. hmm skill yg satu itu perlu dipelajari utk NKRI yg lebih baik. Dulu aku nanggap tukang roti keliling untuk ngajarin aku. pake mio hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s